Titipan Kalbu


Blog For Free!


Archives
Home
2008 February
2007 December
2007 September
2007 August
2007 July
2007 June
2007 May
2007 April
2007 March
2007 February
2007 January
2006 December
2006 November
2006 October
2006 September
2006 August
2006 July
2006 June
2006 May
2006 April
2006 March
2006 February
2006 January
2005 December
2005 November
2005 October
2005 September
2005 August
2005 July
2005 June
2005 May
2005 April
2005 March
2005 February
2005 January
2004 December
2004 November
2004 October
2004 September
2004 August

My Links
Sebentar Cuma
utusan_sakinah
Petua
Petua Tiga
Mymasjid.com
Ilmiah
SPA 8

tBlog
My Profile
Send tMail
My tFriends
My Images


Sponsored
Blog



Image hosted by Photobucket.com


Image hosted by Photobucket.com


Free Web Counter
Free Hit Counter




Airmata Rasulullah-SEDIKIT PERINGATAN]
12.28.04 (4:52 pm)   [edit]
Airmata Rasulullah - Detik-detik Rasulullah SAW Menghadapi Sakaratul
Maut


Ada sebuah kisah tentang cinta yang sebenar-benar cinta yang
dicontohkan Allah melalui kehidupan Rasul-Nya. Pagi itu, walaupun
langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan
sayap. Pagi itu,Rasulullah dengan suara terbatas memberikan kutbah,
"Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta
kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Kuwariskan dua
perkara pada kalian, Al Qur'an dan sunnahku. Barang siapa mencintai
sunnahku, bererti mencintai aku dan kelak orang-orang yang
mencintaiku, akan masuk syurga bersama-sama aku." Khutbah singkat itu
diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang tenang dan penuh minat menatap sahabatnya satu persatu.


Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun
menahan nafas dan tangisnya.Usman menghela nafas panjang dan Ali
menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang,saatnya
sudah tiba. "Rasulullah akan meninggalkan kita semua," keluh hati semua
sahabat kala itu. Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya didunia.
Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan cergas
menangkap Rasulullah yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari
mimbar. Disaat itu, kalau mampu, seluruh sahabat yang hadir di sana
pasti akan menahan detik-detik berlalu. Matahari kian tinggi, tapi
pintu rumah Rasulullah masih tertutup. Sedang didalamnya, Rasulullah
sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi
pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya.


Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam.
"Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya
masuk,"Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan
badan dan menutup pintu.


Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata
dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah
ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut.
Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan.
Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang.
"Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang
memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut,"kata Rasulullah,
Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang
menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.
Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas
langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.


"Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasululllah
dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para
malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti
kedatanganmu," kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan
Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. "Engkau tidak senang
mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi. "Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?"
"Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah
berfirman
kepadaku: 'Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad
telah berada di dalamnya," kata Jibril.


Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas.Perlahan ruh
Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh,
urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini."
Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya
menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. "Jijikkah kau
melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada
Malaikat pengantar wahyu itu. "Siapakah yang sanggup, melihat kekasih
Allah direnggut ajal," kata Jibril.


Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, kerana sakit yang tidak
tertahankan lagi. "Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua
siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku." Badan Rasulullah mulai
dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar
seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya.
"Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku" - "Peliharalah shalat
dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu."


Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan.
Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan
telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. "Ummatii, ummatii,
ummatiii" - "Umatku, umatku, umatku" Dan, berakhirlah hidup manusia
mulia yang memberi sinaran itu.


Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli 'ala
Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi... Betapa cintanya Rasulullah
kepada kita. Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul
kesedaran untuk mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan
Rasulnya mencintai kita. Karena sesungguhnya selain daripada itu
hanyalah fana belaka
 
Membina diri dari perpecahan
12.28.04 (4:44 pm)   [edit]
Assalammualaikum wbt kengkawan yang singgah di sini....

Bismillaahirrahmaanirrahi im,


"Hai orang-orang yang beriman, ta'atilah Allah dan ta'atilah Rasul(-Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu adalah lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya." (Q.S An Nissa 4:59)


Bagaimanakah kita membina diri dalam Islam? Menurut istilah, Islam berarti ketundukan dan kepatuhan kepada peraturan-peraturan Allah yang disampaikan melalui Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi wa Salam untuk mencapai keselamatan hidup baik di dunia maupun di akhirat. Sedangkan Al Islam sendiri berasal dari kata "salama" yang artinya damai dan selamat. Maka Islam adalah suatu keyakinan yang utuh yang berpijak pada tata aturan Allah di dalam Al Qur'an dan contoh tauladan Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi wa Salam.



Konsekuensinya, manusia-manusia yang mengaku beragama Islam sudah sepatutnya dan sudah seharusnya berupaya agar hidupnya damai tanpa ada permusuhan dan perpecahan di antara sesama mu'min, kalau memang menginginkan keselamatan hidup di dunia dan di akhirat.


Namun apa yang kita dapati sekarang sangatlah jauh berbeda dan bahkan sangat menyimpang dari pengertian Islam itu sendiri. Hal ini dikarenakan masing-masing diri mengandalkan ilmu yang telah dikuasainya dan timbullah kesombongan. Karena kesombongan itulah akhirnya semua diri bersiteguh pada pendiriannya, bukan lagi berpegang pada tali agama Allah melainkan berpegang pada tali logika sendiri-sendiri. Apakah akibat yang terjadi dengan kondisi seperti ini?


"yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka." (Q.S Ar Ruum 30:32)


Yang nampak jelas adalah adanya perpecahan di dalam tubuh Islam itu sendiri dengan bukti adanya golongan ini dan itu, yang mana masing-masing golongan sangat membanggakan golongannya. Bila saja kita mau merenungi firman Allah di bawah ini tentulah tak akan terjadi adanya golongan-golongan itu.


"dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertaqwa." (Q.S Al-An'am 6:153)


Apakah yang menyebabkan perpecahan di dalam tubuh Islam ini? Apakah karena perbedaan pendapat? Kalau memang itu yang menjadi permasalahannya, haruskah jalan perpecahan itu yang ditempuh? Tak adakah jalan lain agar umat Islam tetap berada pada barisan yang utuh? Terlalu dangkal pemikiran mereka yang menempuh jalan perpecahan itu. Bukankah Al Qur'an adalah merupakan petunjuk dari Allah di dalam menghadapi berbagai masalah yang dihadapi?


Kita adalah umat terbaik yang diciptakan Allah!
Dan agama kita adalah rahmat bagi seluruh alam!
Buktikan kalimat-kalimat Allah itu, niscaya kita akan mendapati Negara ini laksana sorga dunia yang membawa ketenteraman setiap insan yang tinggal di dalamnya. Membuktikan Islam adalah agama rahmat untuk seluruh alam dan isinya


"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu daripadanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk." (Q.S Ali Imran 3:103)


Source : berbagai sumber
------------------------- ------------------------- ------------------------- -------
"Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang Dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu" (Q.S. An Nuur 24:35).

"Wahai Rasulullah, katakanlah kepadaku satu ungkapan tentang Islam, yang saya tidak memintanya kepada siapapun kecuali kepadamu." Rasulullah saw bersabda, "Katakanlah, 'Aku beriman kepada Allah,' kemudian Istiqamahlah."
(H.R.
Muslim)
------------------------- ------------------------- ------------------------- -------
 
Majlis Wali Wali ALLAH.
12.28.04 (4:42 pm)   [edit]
Sahl bin Abdullah berkata bahawa pergaulan wali Allah dengan orang ramai itu adalah merupakan suatu kehinaan baginya, dan bila dia menyendiri dalam mengabdikan dirinya kepada Allah SWT adalah merupakan suatu kemuliaan dan penghormatan. Justeru itu, jarang kita melihat para wali Allah melainkan dia mengasingkan diri daripada pergaulan orang ramai.

Diceritakan bahawa ada seorang soleh yang tinggi maqamnya di sisi Allah SWT sentiasa mengelak dari bercampur baur dengan orang ramai. Dia selalunya dilihat menyendiri dengan pekerjaannya sendiri yang tidak mengganggu orang lain. Orang soleh itu sentiasa berhijrah dari satu tempat ke satu tempat yang lain untuk mengelakkan percampuran dengan orang ramai dan tidak banyak manusia yang mengenalinya.

Dalam pengembaraannya, akhirnya beliau sampai ke Kota Makkatul-Mukarramah. Di kota suci ini, beliau merasa begitu tenang dan damai sehinggalah bertahun lamanya serta dilihat seolah-olah tidak begitu berminat untuk kembali ke kampung halamannya. Silih berganti orang yang mengenalinya datang ke Makkah, beliau tetap tinggal di kota suci berkenaan.

“Engkau sudah lama betul tinggal di Makkah.” kata Sahl kepada orang soleh berkenaan pada suatu hari.

“Bagaimana aku tidak tinggal lama di Makkah, sedangkan aku tidak menjumpai sebarang negeri yang lebih baik daripadanya.” Jawab orang soleh itu.

Kemudian dia menceritakan bahawa tidak ada satu kota pun di dunia ini yang paling banyak dituruni rahmat dan berkat selain dari kota Makkah. Di kota ini juga, para malaikat turun naik setiap pagi dan petang tanpa henti. Apabila serombongan mereka naik, datang pula rombongan yang lain, sehingga Ka’bah tidak pernah sepi dari malaikat bertawaf. Orang soleh itu juga melihat keajaiban yang besar, yakni para malaikat yang bertawaf di sekeliling Ka’bah dalam berbagai rupa tiada putus-putusnya.

“Tetapi sekiranya aku ceritakan apa yang ku saksikan ini kepada orang yang cetek akalnya, tentu mereka tidak akan percaya.” Kata orang soleh itu.

Dia berkata demikian kerana khuatir Sahl tidak mempercayai suatu perkara yang luar biasa pernah disaksikannya dan jarang dapat dilihat oleh orang awam kecuali diizinkan Allah SWT menerusi kasyaf.

“Tidak, demi Allah. Aku harap engkau ceritakan apa yang telah engkau lihat kepadaku” pinta Sahl.

Orang soleh itu pun menceritakan bahawa kesemua wali Allah dari seluruh dunia yang sah kewaliannya, hadir di Kota Suci Makkah khususnya di sekitar Ka’bah setiap malam Jumaat. Mereka datang tepat pada waktunya dan tidak ada yang terlambat, dan berhimpun di sekitar Ka’bah dalam kumpulan yang besar.

Oleh kerana itulah, orang soleh itu tetap seronok tinggal di Makkah kerana ingin bertemu dengan para wali Allah. Katanya, dia pernah bertemu dengan seorang wali bernama Alqasim Aljaili yang datang ke Makkah sedang di tangannya masih terdapat sisa-sisa makanan yang belum dibasuh.

“Rupanya engkau baru sahaja selesai makan.” kata orang soleh berkenaan.

“Astaghfirullah, tidak. Aku sudah seminggu lamanya tidak makan.”

“Tapi tanganmu itu penuh dengan sisa-sisa makanan, kenapa?”

“Oh! Ini...Sebetulnya aku baru sahaja selesai menyuap ibuku, lalu aku terus pergi dengan cepat kerana khuatir tertinggal solat jemaah Subuh” jawab Alqasim.

Demikianlah keadaan wali Allah. Mereka dapat pergi ke mana-mana tujuan dalam waktu yang singkat. Jarak antara Ka’bah dengan tempat asal wali berkenaan adalah kira-kira 900 farsakh (7200 km) Dapatkah akal kita memikirkan perkara berkenaan? Namun, dengan kuasa Allah SWT, Dia dapat membawa waliNya ke mana sahaja dalam masa sekelip mata.

Di antara keajaiban-keajaiban lain yang dilihat oleh orang yang diberikan kurniaan kasyaf oleh Allah SWT ketika berada di Makkah, antaranya :-

a.Sebahagian orang melihat terdapat ramai malaikat, para Rasul/Anbia dan Aulia di sekitar Ka’bah terutamanya pada malam Jumaat, Isnin dan Khamis. Disebutkan juga bahawa setiap jemaah itu menempati tempatnya masing-masing yang telah ditentukan di sekitar Ka’bah. Setiap para Rasul/Anbia duduk bersama umat masing-masing, ahli bait/kaum kerabat/keluarga serta para sahabat. Baginda Nabi Muhammad Rasulullah SAW sendiri dilihat duduk sambil dikelilingi oleh para Aulia yang tersangat banyak jumlahnya. Sedangkan para Rasul/Anbia lainnya tidak ada yang dikelilingi oleh umat seramai itu.

b.Disebutkan pula bahawa Nabi Allah Ibrahim a.s. dikerumuni oleh cucunda-cucundanya. Mereka berkumpul di pintu Ka’bah berhampiran makam Ibrahim. Nabi Musa a.s. dan jemaah para Nabi lainnya duduk di antara dua Rukun Yamani. Nabi Isa a.s. bersama pengikutnya duduk dekat Hijir. Jemaah para malaikat duduk dekat Hajatul Aswad.

c.Ada pula yang melihat Baginda Nabi Muhammad Rasulullah SAW memakai mahkota. Disebutkan pula bahawa Nabi Ibrahim dan Nabi Isa alaihimussolaatuwassalaam adalah para Nabi yang paling menyintai umat Baginda Nabi Muhammad Rasulullah SAW serta paling gembira akan keutamaan Baginda SAW.

 
Keberkatan Surrah Yaasiin
12.28.04 (4:40 pm)   [edit]
KERBERKATAN YAASIIN (DARI KACAMATA DR FATMA ELZAHRAA)

Untuk Keselamatan Diri Yang, Susah Menjadi Senang
Ayat 1 - 9 - Untuk keselamatan diri
Ayat 9 - Orang jahat tak nampak kita especially orang kafir.
Ayat 12 - Merupakan Jantung Yaasiin - Rasulullah s.a.w. berharap ayat ini dihafal oleh setiap mukmin dan mukminat.
Ayat 13 - 35 - Mengisahkan orang-orang yang mati syahid.
Ayat 22 - 23 - Untuk menjaga aqidah Memberi hidayah kepada anak.
Ayat 29 - Sebagai amalan untuk mengelakkan diri dari di fitnah dan kejahatan mulut.
Ayat 29 - Utk digunakan jika kita rasa orang nak fitnah or aniaya kita. Lebih elok selepas baca di semburkan ke muka orang tsbt.
Ayat 30 - Untuk keinsafan - Supaya dapat dipertemukan dengan Allahs.w.t. (harus sentiasa berada dihati - beramal dengannya).
Ayat 32 - Untuk menginsafkan orang lain supaya menjadi baik. Caranya: Ingat yang segalanya datang dari Allah s.w.t, Kita umat Muhammad, Kita orang Islam dll.
Ayat 33 - 35 - Elok dijadikan amalan bagi sesiapa yang suka bercucuk tanam. Tanaman akan subur.
Ayat 36 - Menerangkan yang kehidupan ataupun kejadian di dunia ini dijadikan berpasang-pasangan. Ayat ini elok diamalkan bagi sesiapa yang belum berkahwin supaya di pertemukan jodoh. Caranya: Baca dan berdoa, hembus dan sapu pada muka setiap pagi sebelum keluar rumah.
Ayat 37 - Adalah untuk menetapkan hati - aqidah diri sendiri. Hati yang kering akan hidup semula.
Ayat 38 - Mengisahkan yang bulan dan matahari pun sujud pada Allah s.w.t. yang satu.
Ayat 39 - Mengisahkan ilmu falak.
Ayat 40 - Merupakan kenyataan Allah s.w.t. yang satu.
Ayat 41 - Mengisahkan Nabi Noh a.s. naik kapal - Elok dibaca sewaktu menaiki kenderaan.
Ayat 44 - Mengisahkan keseronokan hidup di dunia - Dibaca untuk dijauhkan fitnah dalam hidup.
Ayat 45 - 48 - Merupakan kedegilan orang kafir kepada Allah s.w.t.
Ayat 49 - Menceritakan hari akhirat dan kehidupannya.
Tiupan pertama - Datang dengan tiba-tiba
Tiupan ke-dua - Hancur
Tiupan ke-tiga - Semua orang di hidupkan semula dan hadir di padang Mahsyar.
Ayat 50 - Setiap orang akan dihisab mengikut amalannya.
Ayat 58 - Merupakan salam daripada Allah. Jika rasa sakit kepala, baca dan sapukan ke kepala. Ulang sebanyak 3x.
Ayat 76 - Dibaca untuk mententeramkan diri dari fitnah orang. Dijadikan amalan. Ayat 76 - Jika hati rasa sedih, sebak atau pun kecewa. Sambil pegang dan urut dada, bacalah ayat tsbt.
Ayat 78 - 79 - Dikhaskan untuk sakit urat, tulang dan badan. Untuk doa bermula daripada Ayat yang bermaksud: "dia berkata, Siapakah (yang dapat) menghidupkan tulang belulang padahal telah hancur?" (Ayat 78 dan 79) - Bacalah jika sakit tulang, urat atau tulang patah. Doktor di hospital pun tanya dia utk rawatan patient mrk dan Dr Fatimah berikan ayat ini.
Ayat 79 - Katakanlah, Yang akan menghidupkannya ialah yang menciptakannya pertama kali. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk."
Ayat 82 - Untuk Hajat - Jika berhajat sesuatu, bacalah 100x. Dibaca pada air dan minum selama 40 hari -boleh menjadi penawar. Jika air habis ulang bacaan tsbt sehingga 40 hari. Caranya: Sembahyang Tahajjud (3x) berturut-turut, Baca pada air [100x) Dan berdoa apa sahaja hajat

Wallahualam.
------------------------- ------------------------- ---------------
1. Selepas sembahyang subuh
2. 3 Jumaat berturut-turut
3. Ayat 1 - Yassin baca 7x
4. Ayat 38 - 12x
5. Ayat 58 - 7x
6. Ayat 82 - 14x
7. Habis, diulang semula step 3 hingga 6. Kesemuanya Surah Yassin dibaca sebanyak 3x.
8. Habis baca surah Yassin, baca Al- Fatihah, bacalah hajat yg dihajati dan selepas hajat dibaca semula Al- Fatihah.
9. Perlu yakin, isyallah dgn berkat Allah ianya termakbul.

Wallahualam.

------------------------- ---------------------
Perlu Baca Dengan Penuh Keyakinan:
Yasin is the jantung of Al-Quran
Know the meaning of ayat-ayat in Al-Quran
Yasin memudahkan yang susah. As such read Yasin:
o Child is sick
o Feeling troubled.
o Memudahkan urusan
o Memudahkan perjalanan
o As selusoh (to ease pain when giving birth)
X Read Yasin (3x) over water
X Read 3 Qul (three times each)
X Fatihah
X Baca Yasin sebelum tidur, seperti khatam Quran (10x)
X Jika baca Yasin sebelum tidur serta faham maksudnya sekali, sekira mati dalam tidur, dosa diampunkan.
Ayat 9 - "Wajaalna...."
X Lindungi rumah dari pencuri - baca dan tiup di tiap-tiap penjuru rumah..
X Lindungi diri dari dianiaya
X Bagi perlindungan diri dan rumah semasa tidur
X Baca Ayat 9
X Fatihah
X Read 3 Qul (three times each)
X Ayat Kursi
 
KEJADIAN NABI ADAM (Renungan)
12.28.04 (4:25 pm)   [edit]
BETAPA PAYAHNYA MALAIKAT-MALAIKAT MEMINTA TANAH DARI BUMI

Pada suatu ketika, Allah SWT menitahkan kepada malaikat Jibril supaya turun ke bumi untuk mengambil sebahagian tanahnya untuk mencipta Adam, Akan tetapi apabila beliau sampai ke bumi , bumi enggan membenarkan tanahnya diambil untuk dijadikan Adam, kerana bumi khuatir Adam jadi maksiat kepada Allah. Lalu Jibril kembali ke hadrat Tuhan, ia tidak dapat berbuat apa-apa, mendengar sumpah bumi. Begitulah seterusnya, Allah memerintah malaikat Mikail, jawapan bumi masih sama dan selepas itu Allah memerintahkan malaikat Israfil, tetapi malangnya jawapan bumi masih tidak berganjak, dan masing-masing kembali dengan tangan yang hampa.

Lalu yang terakhir, Allah menyuruh malaikat Izrail turun ke bumi. Kata Allah: " Hai Izrail engkaulah kini yang aku tugaskan mengambil tanah. Meskipun bumi bersumpah-sumpah dengan ucapan bagaimanapun jangan engkau mundur. Katakan bahawa kerjakan atas perintah dan atas namaKu.

Apabila Izrail turun ke bumi dan menyampaikan perintah Allah kepada bumi, maka akhirnya barulah bumi mengizinkan akan tanahnya itu diambil. Setelah Izrail mengambil beberapa jenis tanah, kembalilah dia ke hadrat Allah.Lalu Allah berfirman :"Ya Izrail, pertama engkau yang Ku-tugaskan mengambil tanah, dan kemudian di belakang hari kelak akan kutugaskan engkau mencabut roh manusia.Maka khuatirlah Izrail kerana bimbang dibenci oleh umat manusia.

Lalu Allah berfirman lagi: "tidak, mereka tidak akan memusuhi kamu, Aku yang mengaturnya, dan aku jadikan kematian mereka itu bersebab, terbunuh,terbakar,sakit dan sebagainya.

TANAH YANG BAGAIMANA DIJADIKAN?

1. Tanah tempat bakal berdirinya Baitul Mugaddis
2. Tanah Bukit Tursina
3. Tanah Iraq
4. Tanah Aden
5. Tanah Al-Kautsar
6. Tanah tempat bakal berdirinya Baitullah
7. Tanah Paris
8. Tanah Khurasan
9. Tanah(Babylon)
10. Tanah India
11. Tanah syurga
12. Tanah Tha'if

Kata Ibnu Abbas :

1. Kepala Adam dari tanah Baitul-Muqaddis, kerana di situlah berada otak manusia,dan disitulah tempatnya akal.
2. Telinganya dari tanah Bukit Thursina, kerana dia alat pendengar dan tempat menerima nasihat.
3. Dahinya dari tanah Iraq,kerana disitu tempat sujud kepada Allah.
4. Mukanya dari tanah Aden, kerana disitu tempat berhias dan tempat kecantikan.
5. Matanya dari tanah telaga Al-Kautsar, tempat menarik perhatian.
6. Giginya dari tanah Al-Kautsar, tempat memanis-manis.
7. Tangan kanannya dari tanah Kaabah, untuk mencari nafkah dan kerjasama,sesama manusia.
8. Tangan kirinya dari tanah Paris,tempat beristinjak.
9. Perutnya dari tanah Babylon.Disitulah tempat seks(berahi) dan tipudaya syaitan untuk menjerumuskan
manusia ke lembah dosa.
10. Tulangnya dari tanah Bukit Thursina, alat peneguh tubuh manusia.
11. Dua kakinya dari tanah India, tempat berdiri dan jalan.
12. Hatinya dari tanah syurga Firdaus, kerana di situlah iman, keyakinan,ilmu,kemahuan dan sebagainya.
13. Lidahnya dari tanah Tha'if, tempat mengucap Syahadat, bersyukur dan mendoakan kepada Tuhan.

Bagaimanakah prosesnya :

1. Ketika Allah akan jadikan Adam, tanah itu dicampuri air tawar,air masin,air hanyir, angin, api.Kemudian Allah resapkan Nur kebenaran dalam diri Adam dengan berbagai macam "sifat".

2. Lalu tubuh Adam itu digenggam dengan genggaman "Jabarut" kemudian diletakkan didalam "Alam Malakut".

3. Sesungguhnya tanah yang akan dijadikan "tubuh Adam" adalah tanah pilihan.Maka sebelum dijadikan patung, tanah itu dicampurkan dengan rempah-rempah ,wangi-wangian dari sifat Nur Sifat Allah, dan dirasmi dengan air hujan "Barul Uluhiyah".

4. Kemudian tubuh itu dibenamkan didalam air "Kudral-Izzah-Nya" iaitu sifat "Jalan dan Jammal".Lalu diciptakan menjadi tubuh Adam yang sempurna.

5. Demikian pula roh, ketika itu diperintah masuk kedalam tubuh Adam, ia pula merasa malas dan enggan, malah ia berputar-putar, mengelilingi patung Adam yang terlantar.Kemudian Allah menyuruh malaikat Izrail untuk memaksa roh itu masuk, akhirnya mahu tidak mahu roh itupun masuk dan menyerah kepada Izrail.

Menurut riwayat ketika Adam masih berada di syurga, sangat baik sekali kulitnya. Tidak seperti warna kulit kita sekarang ini. Kerana Adam telah diturunkan ke dunia, terjadilah perubahan pada warna kulitnya. Sebagai peringatan: yang masih tertinggal warnanya hanyalah pada kuku manusia.

Hal ini kita biasa lihat meskipun orang kulitnya hitam, tetapi warna kukunya adalah sama, ialah putih kemerah-merahan. Dijadikan pada tubuh Adam ada sembilan rongga atau liang.Tujuh buah liang di kepala,dan dua buah liang dibawah badan letaknya.Tujuh buah letaknya di kepala : dua liang mata,dua liang telinga, dua liang hidung dan sebuah liang mulut.Yang
dua macam di bawah : sebuah liang kemaluan dan liang dubur.

Dijadikan pula lima buah pancaindera :

1. Mata alat penglihatan
2. Hidung alat penciuman
3. Telinga alat pendengaran
4. Mulut alat perasa manis,masin dan sebagainya.
5. Anggota tubuh lainya seperti kulit, telapak tangan, untuk perasa
halus, kasar dan sebagainya.

Setelah Roh masuk ke dalam tubuh Adam : Lalu roh itu masuk perlahan-lahan sehingga ke kepalanya yang mengambil masa 200 tahun. Demikianlah Allah memberi kekuatan pada Izrail untuk memasukkan roh ke dalam tubuh Adam.Dahulu Izrail ditugaskan mengambil tanah untuk Adam, dan kini dia pula ditugaskan untuk mencabut nyawa umat manusia.

Setelah itu meresap ke kepala Adam, maka terjadilah otak dan tersusunlah urat-urat sarafnya dengan sempurna. Kemudian terjadilah matanya seketika itu matanya terus terbuka melihat dan melirik kekiri dan ke kanan. Dan juga melihat ke bawah di mana bahagian badannya masih merupakan tanah keras.Dilihatnya kiri dan kanan para malaikat yang sedang menyaksikan kejadian dia.

Ketika itu Adam telah dapat mendengar para malaikat mengucapkan tasbih dengan suara merdu dan mengasyikkan. Kemudian ketika roh sampai kehidungnya lalu ia bersin, serta mulutnya terbuka. Ketika itulah Allah ajarkan padanya mengucap Alhamdulillah. Itulah ucapan Adam pertama kalinya kehadrat Allah.

Lalu Allah berkata: "Yarkhamukallah" yang ertinya: "semoga engkau diberi rahmat Allah" Oleh kerana itu jika orang bersin menjadi ikutan sunat mengucap "Alhamdulillah" dan orang yang mendengarnya sunat mengucapkan "Yarkhamukallah".

Kemudian ketika roh sampai pada dadanya, tiba-tiba saja ia mahu bangun. Padahal bahagian badannya kebawah masih menjadi tanah keras. Di sini menunjukkan sifat manusia yang suka tergesa-gesa (tidak sabar). Sebagaimana firman Allah SWT bermaksud :"Dan adalah manusia itu, suka tergesa-gesa".(Al-Israk:II)

Maka ketika roh itu sampai di bahagian perutnya, maka terjadilah susunan isi perut dengan sempurna. Maka seketika itu terasalah lapar. Kemudian terus roh itu meresap sampai ke seluruh tubuh Adam, tangan, kaki lalu terjadi darah daging dan tulang, urat-urat, berkulit dengan sempurna, yang mana kulit itu kian lama kian bagus dan halus. Begitulah proses kejadian-kejadian tubuh Adam.

Setelah kejadian Adam sempurna sebagai manusia baru, maka dialah merupakan jenis makhluk manusia yang pertama.Wajahnya cukup cantik, semua malaikat berasa kagum lihat Adam yang begitu menawan. Kemudian Adam diarak oleh malaikat-malaikat selama 100 tahun lalu diperkenalkan kepada seluruh penghuni langit pertama hinggalah yang ketujuh sebelum dibawa ke syurga tempat mula-mula Adam dijadikan.

Renungan : Sesungguhnya Allah itu Maha Besar, Maha Agung , Maha pencipta sekian alam dan pencipta setiap kejadian. Bertaqwalah kita kepadaNya, kerana pada Allah-lah kita akan dikembalikan.
 
ATH THUUR
12.09.04 (3:22 pm)   [edit]
52: ATH THUUR

Demi bukit,

dan Kitab yang ditulis,

pada lembaran yang terbuka,

dan demi Baitulmakmur,

dan atap yang ditinggikan (langit),

dan laut yang di dalam tanahnya ada api,

sesungguhnya azab Tuhanmu pasti terjadi,

tidak seorang pun yang dapat menolaknya,

pada hari ketika langit benar-benar bergoncang,

dan gunung benar-benar berjalan.

Maka kecelakaan yang besarlah di hari itu bagi orang-orang yang mendustakan,

(yaitu) orang-orang yang bermain-main dalam kebatilan,

pada hari mereka didorong ke neraka Jahanam dengan sekuat-kuatnya.

(Dikatakan kepada mereka): "Inilah neraka yang dahulu kamu selalu mendustakannya".

Maka apakah ini sihir? Ataukah kamu tidak melihat?

Masuklah kamu ke dalamnya (rasakanlah panas apinya); maka baik kamu bersabar atau tidak, sama saja bagimu; kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan.

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam surga dan kenikmatan,

mereka bersuka ria dengan apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka; dan Tuhan mereka memelihara mereka dari azab neraka.

(Dikatakan kepada mereka): "Makan dan minumlah dengan enak sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan",

mereka bertelekan di atas dipan-dipan berderetan dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli.

Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikit pun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.

Dan Kami beri mereka tambahan dengan buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka ingini.

Di dalam surga mereka saling memperebutkan piala (gelas) yang isinya tidak (menimbulkan) kata-kata yang tidak berfaedah dan tiada pula perbuatan dosa.

Dan berkeliling di sekitar mereka anak-anak muda untuk (melayani) mereka, seakan-akan mereka itu mutiara yang tersimpan.

Dan sebahagian mereka menghadap kepada sebahagian yang lain saling tanya-menanya.

Mereka berkata: "Sesungguhnya kami dahulu, sewaktu berada di tengah-tengah keluarga kami merasa takut (akan diazab)".

Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka.

Sesungguhnya kami dahulu menyembah-Nya. Sesungguhnya Dia-lah yang melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang.

Maka tetaplah memberi peringatan, dan kamu disebabkan nikmat Tuhanmu bukanlah seorang tukang tenung dan bukan pula seorang gila.

Bahkan mereka mengatakan: "Dia adalah seorang penyair yang kami tunggu-tunggu kecelakaan menimpanya".

Katakanlah: "Tunggulah, maka sesungguhnya aku pun termasuk orang yang menunggu (pula) bersama kamu".

Apakah mereka diperintah oleh pikiran-pikiran mereka untuk mengucapkan tuduhan-tuduhan ini ataukah mereka kaum yang melampaui batas?

Ataukah mereka mengatakan: "Dia (Muhammad) membuat-buatnya". Sebenarnya mereka tidak beriman.

Maka hendaklah mereka mendatangkan kalimat yang semisal Al Qur'an itu jika mereka orang-orang yang benar.

Apakah mereka diciptakan tanpa sesuatu pun ataukah mereka yang menciptakan (diri mereka sendiri)?

Ataukah mereka telah menciptakan langit dan bumi itu?; sebenarnya mereka tidak meyakini (apa yang mereka katakan).

Ataukah di sisi mereka ada perbendaharaan Tuhanmu atau merekakah yang berkuasa?

Ataukah mereka mempunyai tangga (ke langit) untuk mendengarkan pada tangga itu (hal-hal yang gaib)? Maka hendaklah orang yang mendengarkan di antara mereka mendatangkan suatu keterangan yang nyata.

Ataukah untuk Allah anak-anak perempuan dan untuk kamu anak-anak laki-laki?

Ataukah kamu meminta upah kepada mereka sehingga mereka dibebani dengan utang?

Apakah ada pada sisi mereka pengetahuan tentang yang gaib lalu mereka menuliskannya?

Ataukah mereka hendak melakukan tipu daya? Maka orang-orang yang kafir itu merekalah yang kena tipu daya.

Ataukah mereka mempunyai tuhan selain Allah. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

Jika mereka melihat sebagian dari langit gugur, mereka akan mengatakan: "Itu adalah awan yang bertindih-tindih".

Maka biarkanlah mereka hingga mereka menemui hari (yang dijanjikan kepada) mereka yang pada hari itu mereka dibinasakan,

(yaitu) hari ketika tidak berguna bagi mereka sedikit pun tipu daya mereka dan mereka tidak ditolong.

Dan sesungguhnya untuk orang-orang yang lalim ada azab selain itu. Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.

Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri,

dan bertasbihlah kepada-Nya pada beberapa saat di malam hari dan di waktu terbenam bintang-bintang (di waktu fajar).

 
Surah Al-Fatihah
12.09.04 (3:09 pm)   [edit]


1. Dengan nama Allah yang Maha Penyayang dan Maha Pengasih.

2. Segala puji-pujian terpulang kepada Allah Tuhan yang memelihara semesta 'alam.

3. Yang Maha Penyayang dan Maha Pengasih.

4. Tuhan yang menguasai hari pembalasan.

5. Hanya Engkau sahaja (Tuhan) yang kami sembah dan hanya kepada Mu sahaja kami pohon perlolongan.

6. Tunjukkan kami jalan yang lurus.

7. Iaitu jalan orang-orang yang Engkau telah kurniakan ni'mat ke atas mereka bukan jalan orang-orang yang Engkau murkai dan bukan pula jalan orang-orang yang sesat.

Setiap orang Islam membaca surah yang pendek dan mengandungi tujuh ayat ini sekurang-kurangnya tujuh belas kali sehari semalam dan lebih sekali ganda lagi apabila ia menunaikan solat sunat dan sebanyak-banyaknya tanpa had apabila dia ingin mengadap Allah dengan solat-solat tambahan selain dari solat-solat fardu dan solat-solat sunat. Setiap solat tidak sah tanpa membaca surah ini. Ini berdasarkan keterangan hadith al-Bukhari dan Muslim dari Rasulullah SAW dari hadith 'Ubadat bin as-Samit: Sabda Rasulullah SAW:

"Tiada solat kepada mereka yang tidak membaca Surah al-Fatihah."

Di dalam surah ini terkandung dasar-dasar 'aqidah dan dasar-dasar kefahaman Islam, juga dasar-dasar perasaan (terhadap Allah) dan tawajjuh (berdoa) yang membayangkan sebahagian hikmat mengapa Surah al-Fatihah dipilih untuk diulang-ulangkan bacaannya dalam setiap raka'at solat dan hikmat batalnya setiap solat yang tidak dibacakan Surah al-Fatihah.

Surah ini dimulakan dengan :

1. Dengan nama Allah yang Maha Penyayang dan Maha Pengasih.

Walaupun ada khilaf mengenai 'Bismillahirrahmanirrahim ' apakah ia merupakan satu ayat dalam setiap surah atau ia merupakan satu ayat al-Qur'an yang dimulakan dengannya ketika membaca setiap surah, namun menurut pendapat yang arjah (terkuat) ia adalah satu ayat di dalam Surah al-Fatihah dan dengannya ia dikirakan tujuh ayat. Dan di sana ada suatu pendapat yang mengatakan bahawa yang dimaksudkan dengan firman Allah 'Azzawajalla:

87. Sesungguhnya Kami telah kurniakan kepadamu tujuh ayat dari ayat-ayat yang diulang-ulangkan bacaannya dan al-Qur'anul 'Azim" (Al-Hijr)

ialah Surah al-Fatihah yang disifatkan sebagai surah yang mempunyai tujuh ayat dan sebagai "al-Mathani" kerana ia diulang-ulangkan bacaannya di dalam solat.

Memulakan sesuatu dengan "nama Allah" itu merupakan satu adab cara yang diwahyukan oleh Allah kepada RasulNya dalam ayat pertama yang diturunkan kepada beliau dengan ittifaq para ulama' iaitu:

1. "Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan" (Al-'Alaq)

Adab cara ini amat sesuai dengan dasar kefahaman Islam yang agung, yang menganggapkan Allah bersifat Maha Awal dan Maha Akhir, Maha Zahir dan Maha Batin. Allah SWT adalah Zat yang maujud yang sebenar dan seluruh maujud yang lain mendapat kewujudan mereka dari kewujudan Allah dan segala permulaan yang lain adalah berpangkal dari kewujudan Allah, kerana itu amatlah wajar segala permulaan, segala harakat atau tindakan dan segala tujuan itu dimulakan dengan nama-Nya.

Allah SWT sifatkan diri-Nya di permulaan dengan sifat-sifat ar-Rahman "Maha Penyayang" dan ar-Rahim "Maha Pengasih" iaitu dua sifat yang mencakup segala pengertian, kasih sayang dan kasihan belas dan segala keadaannya. Hanya pada Allah SWT sahaja terkumpul dua sifat ini. Begitu juga hanya Allah sahaja yang wajar disifatkan dengan ar-Rahman "Maha Penyayang". Mana-mana hamba Allah boleh disifatkan dengan sifat ar-Rahim, tetapi tidak boleh disifatkan dengan sifat ar-Rahman dari segi kepercayaan dan lebih tidak wajar lagi dikembarkan kedua-dua sifat itu padanya.

Walaupun terdapat perselisihan pendapat tentang pengertian dua sifat ini, iaitu manakah di antara kedua-duanya yang mempunyai pengertian kasih sayang dan kasihan belas yang lebih luas, namun perselisihan itu bukanlah dari perbahasan yang kita hendak bicarakan dengan terperinci dalam Tafsir Fi Zilal ini, malah kita hanya membuat kesimpulan sahaja dari perbahasan itu bahawa kedua-dua sifat ar-Rahman dan ar-Rahim adalah meliputi segala pengertian kasih sayang dan kasihan belas juga meliputi segala keadaan dan bidangnya.

Jika memulakan sesuatu dengan nama Allah yang mengandungi maksud mentauhidkan Allah dan beradab sopan dengan-Nya itu merupakan dasar pokok dalam kefahaman Islam, maka pencakupan segala pengertian kasih sayang dan kasihan belas dengan segala keadaan dan bidangnya dalam dua sifat ar-Rahman dan ar-Rahim itu merupakan dasar yang kedua di dalam kefahaman ini dan ia juga menggariskan hakikat hubungan yang wujud di antara Allah dengan para hamba-Nya.

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-= -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- =-=-=-=-=-=-=-=-

Setelah dimulakan dengan nama Allah yang Maha Penyayang dan Maha Pengasih, maka diiringi pula dengan menghadap Allah serta mempersembahkan kepada-Nya segala sanjungan dan pujian dan menyifatkan-Nya sebagai Tuhan yang memegang teraju Rububiyah yang mutlak terhadap semesta 'alam.

2. "Segala puji-pujian terpulang kepada Allah Tuhan yang memelihara semesta 'alam."

Alhamdulillah adalah perasaan kesyukuran yang melimpah pada hati mu'min sebaik sahaja ia teringat kepada Allah, kerana kewujudan dirinya dari mula lagi adalah dari limpah ni'mat kurniaan Ilahi yang membangkitkan kesyukuran, pujian dan sanjungan, malah di setiap kelip mata dan detik waktu, dan di setiap langkah Allah melimpahkan ni'mat dan rahmat-Nya ke atas seluruh makhluk-Nya terutama manusia, kerana itu mengucap Alhamdulillah di awal dan di akhir merupakan salah satu dari dasar-dasar kefahaman Islam secara langsung. (Firman Allah):

70. "Dan Dialah Allah, tiada Tuhan yang lain melainkan Dia, terpulang kepada-Nya seluruh kepujian di awal dan di akhir." (Al-Qasas)

Namun demikian, kemurahan dan limpah kurnia Allah ke atas hamba-hamba-Nya yang mu'min itu adalah sampai ke tahap setinggi-tingginya apabila hamba itu berkata: "Alhamdulillah", maka Allah akan tuliskan untuknya satu balasan kebaikan yang mengatasi segala timbangan neraca yang lain. Tersebut dalam Sunan Ibn Majah dari Ibn Umar RA bahawa Rasulullah SAW telah menceritakan kepada mereka; iaitu ada seorang hamba Allah mengucap kepujian dengan kata:

(Ya rabbi lakalhamdu kama yam baghi li jala li wajhika wa 'azi mi sulto nik)

"Wahai Tuhanku! Segala kepujian itu terpulang kepada-Mu, iaitu kepujian yang layak dengan keagungan zat-Mu dan kebesaran kuasa-Mu."

Ucapan ini telah menyulitkan dua Malaikat pencatat amalan, kedua-duanya tidak tahu bagaimana hendak menulis pahalanya lalu kedua-dua Malaikat itu menghadap Allah dan berkata kepada-Nya: "Ada seorang hamba mengucapkan pujian yang kami tidak mengetahui bagaimana hendak menulis balasannya?" Firman Allah: (Sedangkan Dia lebih mengetahui apa yang telah diucapkan hamba-Nya itu) "Apakah pujian yang telah diucapkan oleh hamba Ku itu?" Jawab kedua-dua Malaikat itu dia berkata: "Wahai Tuhanku segala kepujian itu terpulang kepada Mu, iaitu kepujian yang layak dengan keagungan zat-Mu dan kebesaran kuasa-Mu." Firman Allah kepada kedua-duanya: "Tulislah ucapan itu sebagaimana yang diucapkan oleh hamba Ku sehingga ia menemui Aku dan Akulah sendiri akan membalaskannya."

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-= -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- =-=-=-=-=-=-=-=-

Menghadap Allah dengan mengemukakan sanjungan dan kepujian menggambarkan perasaan mu'min yang terharu sebaik sahaja ia teringat kepada Allah sebagaimana telah kami terangkan sebelum ini. Adapun bahagian akhir ayat:

2. "... Tuhan yang memelihara semesta 'alam,"

adalah menjadi dasar kefahaman atau kepercayaan Islam kerana sifat Rububiyah yang mutlak dan menyeluruh itu merupakan salah satu daripada dasar-dasar 'aqidah Islam. Kata-kata "Rabb" bererti pemelihara, penguasa, pentadbir dan pengurus yang memelihara urusan islah dan kerja-kerja tarbiyah dan pengasuhan terhadap seluruh makhluk-Nya.

Allah tidak menciptakan 'alam kemudian membiarkannya begitu sahaja, malah Dia memperelok, menjaga, memelihara dan mengasuhnya, kerana itu hubungan di antara Allah dengan makhluk sentiasa berterusan pada setiap waktu dan keadaan.

Konsep Rububiyah Allah yang mutlak terhadap seluruh makhluk-Nya merupakan persimpangan jalan yang memisahkan di antara 'aqidah tauhid yang jelas dan sempurna dengan 'aqidah yang kabur yang terjadi akibat dari ketidakjelasan dan ketidaktegasan hakikat tauhid ini. Ramai manusia yang mengakui Allah sebagai Tuhan Pencipta 'alam, tetapi di samping itu mereka mempercayai berbagai-bagai tuhan yang lain yang menguasai kehidupan mereka. Kepercayaan yang seperti ini nampak jelas anih dan lucu, tetapi itulah yang telah berlaku dan sedang berlaku. Al-Qur'an telah menceritakan tentang perkataan sekumpulan kaum Musyrikin yang menyembah bermacam-macam tuhan itu.

3. "Kami tidak menyembah mereka melainkan supaya mereka mendampingkan kami lebik dekat kepada Allah." (AZ-Zumar)

Al-Qur'an juga telah menceritakan tentang sekumpulan Ahlil Kitab.

31. "Mereka mengambil ulama'-ulama' dan paderi-paderi mereka selaku tuhan-tuhan yang lain dari Allah." (At-Taubah)

'Aqidah-'aqidah Jahiliyah yang tegak di merata negeri semasa kedatangan Islam adalah penuh dengan kepercayaan kepada berbagai-bagai tuhan yang disifatkan sebagai tuhan-tuhan kecil di samping tuhan yang agung mengikut sangkaan mereka.

Konsep Rububiyah yang mutlak yang meliputi seluruh 'alam yang terkandung di dalam surah ini merupakan persimpangan jalan yang memisahkan di antara 'aqidah yang tersusun rapi dengan 'aqidah yang kacau-bilau. Konsep ini bertujuan supaya seluruh 'alam bertawajjuh kepada Allah yang Tunggal yang Berkuasa Penuh dan menolak semua tuhan yang lain, juga menghapuskan kebingungan bertawajjuh kepada bermacam-macam tuhan itu dan seterusnya supaya hati seluruh 'alam tenang dan tenteram kepada naungan dan Rububiyah Allah yang kekal dan pemeliharaan-Nya yang tidak pernah putus dan tak kunjung hilang, bukannya seperti pendapat Aristotle -- yang dianggap sebagal setinggi-tinggi kefahaman falsafah -- yang mengatakan bahawa Allah telah menciptakan 'alam kemudian Ia tidak memperdulikannya dengan alasan kerana martabat Allah itu begitu tinggi dan tidak wajar untuk memikirkan sesuatu yang rendah dari-Nya dan kerana Allah hanya memikirkan tentang Zat-Nya sahaja: Aristotle yang mengeluarkan pendapat ini merupakan ahli faisafah yang paling besar dan akalnya merupakan akal manusia yang paling tinggi.

Islam datang ketika dunia dipenuhi dengan timbunan 'aqidah, pemikiran, dongeng, pendapat falsafah, kepercayaan yang karut-marut, yang bercampur aduk di antara yang benar dengan yang batil, yang betul dengan yang palsu, agama dengan khurafat, falsafah dengan dongeng, dan hati nurani manusia pada waktu itu meraba-raba dalam gelap gelita dan dalam sangka-sangkaan tanpa berpijak pada suatu keyakinan.

Padang gurun yang tidak mempunyai sebarang kemantapan, sebarang keyakinan dan sebarang nur itulah yang (menjadi latar belakang) yang melingkungi kefahaman dan pemikiran manusia terhadap Allah, sifat-sifat-Nya, hubungan-Nya dengan para makhluk-Nya terutama hubungan antara Allah dengan manusia.

Oleh sebab itu hati nurani manusia tidak berupaya memperoleh satu pegangan yang kukuh mengenai persoalan 'alam ini, persoalan diri mereka sendiri dan persoalan sistem hidup mereka sebelum mereka memperoleh pegangan yang kukuh mengenai persoalan 'aqidah mereka, persoalan kefahaman terhadap Tuhan mereka dan sifat-sifat-Nya dan sebelum mereka mendapat satu keyakinan yang jelas dan lurus di tengah gumpalan awan mendung, di tengah-tengah padang gurun dan di tengah-tengah timbunan sampah-sarap kepercayaan yang karut itu.

Seorang manusia itu tidak dapat memahami betapa perlunya kemantapan ini sehingga ia mengetahui betapa besarnya timbunan sampah kepercayaan yang karut itu dan sehingga ia memeriksa padang gurun yang penuh dengan berbagai-bagai 'aqidah, berbagai-bagai kefahaman, berbagai-bagai dongeng, berbagai-bagai pendapat falsafah, berbagai-bagai tanggapan yang karut dan berbagai-bagai fikiran yang kacau yang mencemari dan mempengaruhi hati nurani manusia. Inilah keadaan yang didapati oleh Islam ketika ia datang. Apa yang kami sebut secara sepintas lalu mengenai kepercayaan-kepercayaan ini hanya satu bahagian yang kecil sahaja. (Dalam pentafsiran surah-surah al-Qur'an kelak akan dibentangkan berbagai-bagai bentuk kepercayaan itu yang diolahkan oleh al-Qur'an dengan pengolahan yang lengkap dan sempurna).

Oleh sebab itulah perhatian pertama Islam adalah lebih dahulu ditujukan kepada usaha membersihkan bidang 'aqidah ketuhanan, menetapkan kefahaman yang meyakinkan hati nurani mengenai persoalan Allah dan sifat-sifat-Nya dengan para makhluk-Nya dan hubungan para makhluk dengan-Nya secara tegas dan yakin.

Oleh sebab itulah kepercayaan Tauhid yang sempurna, tulen, bersih dan menyeluruh, tidak bercampur dengan sesuatu yang asing sama ada dari dekat atau dari jauh merupakan tapak tegak kefahaman dan kepercayaan yang dibawa oleh Islam, dan Islam terus berusaha membersihkan kepercayaan ini dalam hati nurani manusia dan memeriksa setiap fikiran yang kotor di sekitar hakikat Tauhid itu supaya ia bersih dari segala kekeliruan dan kesamaran dan supaya tetap teguh tanpa dimasuki tanggapan yang karut baik dari apa-apa bentuk sekalipun. Demikianlah Islam memberi kata pemutus yang begitu jelas dan terang mengenai sifat-sifat Allah terutama sifat-sifat yang ada hubungan dengan sifat Rububiyah yang mutlak. Kebanyakan timbunan sampah-sarap kepercayaan yang wujud di padang gurun itu ialah sampah pendapat-pendapat falsafah dan 'aqidah-'aqidah yang simpang-siur, tanggapan-tanggapan yang kacau dan dongeng-dongeng yang karut tentang persoalan sifat-sifat ketuhanan yang amat penting ini, iaitu persoalan yang mempunyai kesan yang amat besar dalam hati nurani manusia dan budipekerti mereka.

Sesiapa yang mengkaji usaha-usaha yang berterusan yang telah dilakukan oleh Islam untuk menegakkan kata pemutus mengenal Zat Allah, sifat-sifat-Nya dan hubungan-Nya dengan para makhluk-Nya. iaitu usaha-usaha dalam bentuk penerangan nas-nas al-Qur'an yang begitu banyak tanpa mengkaji timbunan sampah-sarap (kepercayaan karut) yang berat yang wujud di padang gurun yang amat luas, di mana sesatnya umat manusia itu mungkin tidak dapat memahami sejauh mana ia memerlukan kepada penerangan al-Qur'an yang berulang-ulang itu dan kepada pemeriksaan yang begitu teliti di segala lorong dan pintu hati nurani itu. Tetapi dengan mengkaji timbunan sampah sarap itu dapatlah diketahui betapa perlunya usaha-usaha yang berterusan itu dan betapa besarnya peranan yang dilakukan oleh 'aqidah Islam untuk membebaskan hati nurani manusia dari kepenatan meraba-raba dan terumbang-ambing di antara berbagai-bagai tuhan palsu, kepercayaan-kepercayaan dan dongeng-dongeng yang karut-marut.

Keindahan, kesempurnaan dan keseimbangan 'aqidah Islam dan kemudahan hakikat Tauhid yang agung yang didokong oleh Islam itu tidak terserlah kepada hati dan akal manusia seterang yang terserlah kepadanya setelah ia lebih dahulu mengkaji dan menyelidiki timbunan sampah-sarap Jahiliyah dari berbagai-bagai 'aqidah, kepercayaan, dongeng dan falsafah terutama yang memperkatakan tentang hakikat ketuhanan dan hubungannya dengan 'alam. Ketika inilah 'aqidah Islam benar-benar merupakan rahmat yang haqiqi kepada hati dan akal, iaitu satu rahmat yang mengandungi keindahan dan kemudahan, kejelasan dan keseimbangan, kehampiran, kemesraan, dan keserasian secara langsung yang mendalam dengan fitrah manusia.

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-= -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- =-=-=-=-=-=-=-=-

3. "Yang Maha Penyayang dan Maha Pengasih."

Kedua-dua sifat yang meliputi segala pengertian kasihan belas dan kasih sayang dalam segala keadaan dan bidangnya ini diulangi sekali lagi di tengah-tengah ayat untuk menonjolkan lagi ciri yang jelas dari konsep Rububiyah Allah yang sempurna dan untuk menegakkan asas-asas hubungan yang kekal di antara Allah dengan makhluk-makhluk-Nya iaitu hubungan kasih sayang dan belas kasihan yang merangsangkan kesyukuran dan sanjungan, hubungan yang ditegakkan di atas rasa ketenteraman dan kemesraan. Oleh sebab itulah kesyukuran dan sanjungan itu merupakan sambutan semulajadi terhadap rahmat kasih sayang dan belas kasihan yang lemah-lembut itu.

Tuhan yang disembah dalam Islam tidak memburu para hamba-Nya seperti musuh memburu musuh sebagaimana yang dilakukan oleh tuhan-tuhan atau dewa-dewa Olympus (tempat kediaman tuhan-tuhan) pada saat-saat mereka dilanda keinginan dan kemarahan seperti yang digambarkan oleh dongeng-dongeng Greek. Tuhan dalam Islam tidak merancangkan tipu daya membalas dendam terhadap para hamba-Nya seperti yang didakwa oleh dongeng-dongeng yang dipalsukan dalam Perjanjian Lama (Taurat) sebagaimana diceritakan di dalam dongeng Babel bab dua belas Sifrut Takwin (Bahagian Penciptaan).

4. "Yang menguasai hari pembalasan."

Ini merupakan 'aqidah pokok yang amat besar dan mempunyai kesan yang amat mendalam dalam seluruh hidup manusia, iaitu 'aqidah pokok mempercayai hari Akhirat. Kata-kata "yang menguasai atau penguasa" membayangkan darjah kuasa yang paling tinggi. "Hari Pembalasan" ialah hari penentuan balasan di Akhirat. Ramai orang yang percaya kepada Uluhiyah Allah dan percaya bahawa Allahlah yang menciptakan 'alam buana ini bagi pertama kali, namun demikian mereka tidak percaya kepada Hari Balasan. Keperihalan setengah-setengah mereka telah diceritakan oleh al-Qur'an.

38. "Dan jika Engkau bertanya mereka: "Siapakah yang telah menciptakan langit dan bumi, nescaya mereka menjawab: "Allah". (Az-Zumar)

Kemudian dalam surah yang lain al-Qur'an menceritakan hal mereka:

2-3. "Bahkan mereka hairan kerana mereka telah didatangi seorang Rasul yang memberi peringatan dari kalangan mereka sendiri, lalu berkatalah orang-orang kafir: "Ini adalah suatu perkara yang amat aneh. "Apakah setelah kami mati dan menjadi tanah (kami akan dihidupkan kembali)? Itu adalah suatu perkembalian yang amat jauh." (Surah Qaf)

Kepercayaan terhadap Hari Balasan merupakan satu lagi 'aqidah pokok di dalam Islam. Nilai kepercayaan ini ialah ia meletakkan pandangan dan hati manusia pada sebuah 'alam yang lain setelah tamatnya 'alam bumi supaya mereka tidak begitu terkongkong kepada keperluan keperluan bumi sahaja dan ketika itu mereka tidak lagi terpengaruh kepada keperluan-keperluan bumi, juga supaya mereka tidak begitu gelisah untuk mendapatkan balasan dan ganjaran dari hasil usaha mereka dalam usia mereka yang pendek dan di 'alam bumi yang terbatas ini dan ketika itu barulah mereka dapat berbuat amalan-amalan semata-mata kerana Allah dan sanggup menunggu ganjarannya mengikut bagaimana yang ditentukan Allah sama ada di 'alam bumi ini atau 'alam Akhirat. Mereka sanggup menunggu dengan tenang dan yakin terhadap balasan yang baik itu serta berpegang teguh dengan kebenaran, mereka sanggup menunggu dengan selesa, lapang dada dan penuh kepercayaan, kerana itu kepercayaan kepada Hari Balasan merupakan persimpangan jalan yang memisahkan di antara perhambaan kepada keinginan-keinginan hawa nafsu dengan kebebasan insaniyah yang layak dengan kejadian makhluk manusia, persimpangan jalan yang memisahkan di antara tunduk kepada kefahaman-kefahaman bumi, nilai-nilainya dan ukuran-ukurannya dengan tunduk dan berpegang kepada nilai-nilai Rabbaniyah dan tidak tunduk kepada logik Jahiliyah. Seterusnya ia merupakan persimpangan jalan di antara insaniyah dalam bentuk hakikatnya yang unggul sebagaimana yang dikehendaki Allah kepada para hamba-Nya dengan insaniyah dalam bentuk-bentuknya yang buruk, menyeleweng dan tidak sempurna.

Kehidupan manusia tidak akan bergerak lurus di atas jalan Allah yang luhur selagi kepercayaan pokok kepada Hari Balasan ini tidak wujud dalam pemikiran mereka, selagi hati mereka tidak yakin bahawa ganjaran dan balasan di 'alam bumi ini bukanlah ganjaran mereka yang terakhir dan selagi mereka yang mempunyai usia yang terbatas itu tidak percaya bahawa di sana ada sebuah 'alam hidup Akhirat yang patut mereka berjuang dan berusaha untuknya dan patut berkorban untuk menbantu kebenaran dan mendokong kebaikan dengan kepercayaan akan mendapat balasan dan ganjaran Akhirat itu.

Orang-orang yang beriman kepada 'alam Akhirat dan orang-orang yang engkar akan hari Akhirat tidak mempunyai titik-titik persamaan dari segi perasaan, akhlak, kelakuan dan amalannya. Mereka merupakan dua golongan manusia yang berbeza. Mereka tidak bertemu di bumi dan tidak bertemu di Akhirat. Inilah persimpangan jalan.

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-= -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- =-=-=-=-=-=-=-=-

5. "Hanya Engkau sahaja Tuhan yang kami sembah dan hanya kepada Engkau sahaja kami pohon pertolongan."

Ini satu lagi 'aqidah pokok yang lahir dari 'aqidah-'aqidah pokok yang lepas yang telah diterangkan dalam surah ini, iaitu 'aqidah tiada 'ibadat melainkan untuk Allah dan tiada permohonan pertolongan melainkan kepada Allah.

Di sini juga satu lagi persimpangan jalan, iaitu persimpangan jalan yang memisahkan di antara kebebasan mutlak dari seluruh bentuk perhambaan dengan perhambaan mutlak kepada sesama manusia.

'Aqidah ini merupakan sebuah perisytiharan hari keputeraan kebebasan manusia yang mutlak dari perhambaan kepada kepercayaan-kepercayaan yang karut-marut dan dari perhambaan kepada peraturan-peraturan dan undang-undang yang diciptakan manusia. Andainya Allah itu sahaja Tuhan yang disembah dan dipohon pertolongan maka selama itulah hati manusia bebas dari perhambaan kepada peraturan-peraturan dan undang-undang ciptaan manusia dan dari perhambaan kepada tokoh-tokoh sebagaimana ia bebas dari perhambaan kepada dongeng-dongeng dan kepercayaan-kepercayaan yang karut-marut.

Di sini diterangkan sikap orang Muslim terhadap kuasa-kuasa manusia dan kuasa-kuasa 'alam (tabi'i).

Bagi seseorang Muslim kuasa-kuasa manusia itu terbahagi kepada dua jenis: Satu kuasa yang mendapat hidayah, yang beriman kepada Allah dan yang menurut jalan Allah, kuasa inilah yang harus disokong olehnya dan diberi kerjasama untuk menegakkan kebajikan, kebenaran dan kebaikan. Satu lagi kuasa ialah kuasa yang sesat yang tidak mempunyai hubungan dengan Allah dan tidak mengikut jalan-Nya. Kuasa inilah yang harus diperangi, ditentang dan dicemburui olehnya. Seorang Muslim tidak harus gentar kepada kuasa-kuasa yang sesat itu sama ada besar atau zalim, kerana kuasa yang sesat dan terputus dari kekuatan Allah tiada lagi mempunyai kekuatan yang haqiqi, ia telah kehilangan makanan tetapnya yang dapat memelihara tenaga kekuatannya. Ia adalah sama seperti nasib serpihan-serpihan dari sebuah bintang yang bernyala, iaitu ia hanya sebentar sahaja bernyala, kemudian ia beransur-ansur malap, mendingin dan terus padam biarpun bagaimana besar saiz serpihan-serpihan itu, tetapi sebiji atom yang kecil yang berhubung dengan sumbernya yang memancarkan sinar itu tetap kekal kekuatannya, kepanasannya dan cahayanya.

249. "Berapa banyak kumpulan yang sedikit telah mengalahkan kumpulan yang ramai dengan izin Allah?" (Al-Baqarah)

Yakni mereka dapat mengalahkan kumpulan yang ramai itu dengan sebab mereka mempunyai hubungan dengan Allah selaku sumber kekuatan yang pertama dan kerana mereka mengambil kekuatan mereka dari Allah satu-satunya sumber seluruh kekuatan dan kemuliaan.

Sikap seseorang Muslim terhadap kuasa-kuasa 'alam pula ialah sikap beramah-tamah dan bersahabat bukan sikap takut-takut dan bermusuh, kerana kekuatan manusia dan kekuatan 'alam adalah terbit dari kehendak iradat Allah belaka dan kedua-duanya dikendalikan oleh kehendak iradat Allah, kedua-duanya berlangsung seimbang dan saling membantu dalam pergerakan dan tujuan.

'Aqidah seseorang Muslim menyarankan bahawa Allah telah menciptakan kuasa-kuasa 'alam itu untuk menjadi sahabat dan teman pembantu yang boleh bekerjasama dan untuk menjalinkan persahabatan itu ia harus mengkaji, mengenalpasti dan bekerjasama dengannya serta bersama-sama bertawajjuh kepada Allah selaku Tuhannya dan Tuhan kuasa-kuasa itu. Dan andainya kuasa-kuasa itu kadang-kadang mendatangkan kemerbahayaan kepada manusia, maka itu hanya merupakan akibat dari sikap manusia yang tidak mengkajinya dengan teliti dan tidak mempunyai pengetahuan yang cukup tentang undang-undang perjalanannya.

Biasanya orang-orang Barat yang mewarisi kepercayaan Jahiliyah Roman menggunakan ungkapan "menakluk 'alam" untuk menyatakan sesuatu kejayaan mempergunakan kuasa-kuasa 'alam. Ungkapan ini jelas menggambarkan satu pandangan Jahihyah yang putus hubungan dengan Allah dan dengan roh 'alam buana yang patuh kepada Allah, sedangkan seseorang Muslim yang mempunyai hubungan yang baik dengan Allah Tuhannya yang Maha Penyayang dan Maha Pengasih, juga mempunyai hubungan yang mesra dengan roh 'alam buana yang bertasbih kepada Allah Tuhan yang memelihara semesta 'alam adalah tetap beranggapan bahawa di sana ada lagi hubungan yang lain dari hubungan menakluk yang kasar itu. Ia beranggapan bahawa Allah itulah Pencipta seluruh kuasa-kuasa 'alam itu, Allah menciptakan kuasa-kuasa itu mengikut satu peraturan yang sama supaya manusia dapat bekerjasama dengan-Nya untuk mencapai matlamat-matlamat yang telah ditentukan kepadanya mengikut peraturan itu. Sejak dari awal kuasa-kuasa itu telah diciptakan Allah supaya dapat digunakan oleh manusia, kerana itu Allah memberi kemudahan-kemudahan kepada mereka untuk menemui rahsia-rahsia kuasa itu dan mengenalpastikan peraturan-peraturannya. Oleh sebab itu manusia harus bersyukur kepada Allah apabila ia berjaya mendapat pertolongan dari mana-mana kuasa itu kerana Allahlah yang menundukkan kuasa-kuasa itu untuk digunakan mereka dan bukan mereka yang dapat menaklukinya. Firman Allah 'Azzawajalla:

29. "Dialah yang menciptakan untuk kamu segala apa yang ada di bumi." (Al-Baqarah)

Dengan sikap sedemikian hati seorang Muslim tidak akan dipenuhi dengan anggapan-anggapan yang salah terhadap kuasa-kuasa 'alam dan tidak akan timbul perasaan-perasaan cemas dan takut terhadap kuasa-kuasa itu. Ia hanya beriman, menyembah dan memohon pertolongan kepada Allah yang Tunggal sahaja, kerana kuasa-kuasa 'alam itu adalah dari ciptaan Allah belaka. Ia mengkaji dan mempelajari rahsia-rahsia kuasa 'alam dan dari kajiannya itulah ia mendapat pertolongan dari kuasa-kuasa itu dan mengetahui rahsia-rahsianya dan membolehkannya hidup bersama-sama kuasa-kuasa itu di sebuah 'alam yang mesra dan dalam hubungan persahabatan yang baik. Alangkah indahnya sabda Rasulullah SAW ketika beliau merenung Bukit Uhud:

"Bukit ini sayang kepada kita dan kita juga sayang kepadanya."

Dalam kata-kata ini terbayang segala perasaan kasih mesra yang tersemat di dalam hati Muslim yang utama Muhammad SAW yang terjalin di antaranya dengan kejadian-kejadian 'alam di ruangnya yang besar dan kasar.

=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-= -=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=- =-=-=-=-=-=-=-=-

Setelah menjelaskan dasar-dasar 'aqidah yang asasi dalam kefahaman Islam dan menjelaskan konsep tawajjuh kepada Allah yang Tunggal, iaitu konsep yang menentukan segala 'ibadat dan memohon pertolongan kepada Allah yang Tunggal sahaja, maka ayat yang berikut menjelaskan pula cara 'amali untuk bertawajjuh dengan berdoa kepada Allah dalam bentuknya yang umum sesuai dengan suasana dan sifat surah ini.

6. "Tunjukkan kami jalan yang lurus."

Maksudnya kurniakan Taufik kepada kami untuk mengenalpasti jalan yang lurus dan selepas mengenalinya kurniakanlah pula Taufik kepada kami untuk mengikut jalan yang lurus itu dengan penuh kejujuran.

Mengenal dan berjalan di atas jalan yang lurus itu merupakan hasil dari hidayah, pemeliharaan dan rahmat Allah. Bertawajjuh kepada Allah dengan berdoa merupakan hasil dari kepercayaan bahawa Allah itulah satu-satunya Tuhan yang berkuasa memberi pertolongan.

Hidayah inilah merupakan perkara yang paling penting bagi seseorang mu'min. Ia merupakan perkara utama yang harus dipinta pertolongan Allah untuk mencapaikannya. Mendapat Hidayah ke jalan lurus itulah jaminan kebahagiaan hidup di dunia dan Akhirat. Hidayah ke jalan yang lurus pada hakikatnya ialah Hidayah untuk memimpin fitrah manusia kepada undang-undang Allah yang mengatur dan memperseimbangankan di antara harakat manusia dengan harakat 'alam al-wujud seluruhnya menuju kepada Allah Tuhan Semesta 'Alam.

Ayat yang berikut menjelaskan sifat jalan yang lurus itu:

7. "Iaitu jalan orang-orang yang Engkau telah kurniakan ni'mat ke atas mereka, bukan jalan orang-orang yang Engkau murkai dan bukan pula jalan orang-orang yang sesat"

Yakni jalan orang-orang yang Allah kurniakan ni'mat-Nya kepada mereka bukan jalan orang-orang yang dimurkai-Nya, iaitu mereka yang mengenal jalan yang benar, kemudian mereka menyimpang darinya atau mereka yang sesat terus dari mula-mula lagi dari jalan yang benar. Jalan yang lurus ialah jalan orang-orang yang berbahagia, yang mendapat hidayah dan sampai kepada Allah.

Di samping itu, inilah surah yang dipilih untuk dibaca berulang-ulang kali dalam setiap solat dan mana-mana solat tidak sah tanpa membacanya. Walaupun surah ini pendek namun ia mengandungi dasar-dasar 'aqidah yang asasi dalam kefahaman Islam dan mengandungi tawajjuh atau doa-doa kepada Allah secara sedar yang terbit dari kefahaman itu.

Tersebut dalam Sohih Muslim dari hadith al-'Ala' ibn Abdur Rahman Maula al-Harqah dari bapanya Abu Hurairah dari Rasulullah SAW:

Firman Allah Ta'ala: "Aku telah membahagikan solat (al-Fatihah) kepada dua bahagian, separuhnya untuk-Ku dan separuh lagi untuk hamba-Ku dan untuk hamba-Ku apa sahaja yang dipohonkan kepada-Ku," apabila hamba-Ku berkata: (alhamdulillahirabbil'ala min) Allah menjawab: "Hamba-Ku telah memuji-Ku" apabila hamba itu berkata: (arrahmanirrahim) Allah menjawab: Hamba-Ku telah memberi sanjungan kepada-Ku:" apabila hamba itu berkata: (malikiyaumiddin) Allah menjawab: "Hamba-Ku telah mengagung-agungkan-Ku dan apabila hamba itu berkata: (iyakana'buduwaiya kanasta'in) Allah menjawab: "Ini di antara hamba-Ku dengan Aku dan untuk hamba-Ku apa sahaja yang dipohonkan kepada-Ku," apabila hamba itu berkata: (ihdinassira tal mustaqim siratallazi naan 'am ta 'alaihim ghairil maghdu bi 'alaihim waladdha lin) Allah menjawab: "Ini untuk hamba-Ku dan untuk hamba-Ku apa sahaja yang dipohonkan kepada-Ku."

Setelah maksud ayat-ayat itu dihuraikan dengan jelas ternyatalah kepada kita bahawa hadith yang sohih ini telah mendedahkan salah satu daripada rahsia-rahsia (kebesaran) surah al-Fatihah ini yang dipilih sebagai surah yang dibaca oleh setiap Muslim sebanyak tujuh belas kali sehari semalam atau sebanyak mana yang disukainya apabila ia berdoa kepada Allah di dalam solat.


 
Dialog Iblis Dengan Rasulullah s.a.w.
12.08.04 (2:33 pm)   [edit]
Allah s.w.t. telah memerintahkan seorang Malaikat berjumpa Iblis supaya dia berjumpa dengan Rasulullah s.a.w. untuk memberitahu segala rahsianya; samada yang disukai mahupun yang dibencinya. Hikmatnya ialah untuk meninggikan darjat Nabi Muhammad s.a.w. dan juga sebagai peringatan dan perisai kepada umat manusia.

Maka Malaikat itu pun berjumpa Iblis dan berkata, "Hai Iblis! Bahawa Allah Yang Maha Mulia dan Maha Besar menyuruh engkau menghadap ke hadrat Rasullullah s.a.w. Hendaklah engkau buka segala rahsia engkau dan apa-apa yang disoal oleh Rasulullah hendaklah engkau jawab dengan sebenar-benarnya. Jikalau engkau berdusta walau satu perkataan pun, nescaya akan diputuskan segala suku-suku anggota badanmu, uratmu serta disiksa dengan azab yang amat keras".

Demi mendengar sahaja kata Malaikat yang dahsyat itu, Iblis sangat ketakutan. Maka segeralah dia menghadap Rasulullah s.a.w. dengan menyamar sebagai seorang tua yang buta sebelah matanya dan berjanggut putih 10 helai; panjangnya seperti ekor lembu. Iblis pun memberi salam, sehingga 3 kali tidak juga dijawab oleh Rasulullah s.a.w. Maka sembah Iblis (alaihi laknat),"Ya Rasulullah! Mengapa tuan hamba tidak mejawab salam hamba? Bukankah salam itu sangat mulia di sisi Allah?"

Maka jawab Nabi dengah marah "Hai Aduwullah seteru Allah! Kepada aku engkau menunjuk baikmu? Jangan engkau cuba hendak tipu aku sebagimana engkau tipu Nabi Adam a.s sehingga keluar dari syurga Habil mati teraniaya dibunuh Qabil dengan sebab hasutan engkau, Nabi Ayub engkau tiup dengan asap racun ketika dia sedang sujud sembahyang hingga dia sengsara beberapa lama, Nabi Daud dengan perempuan Urya, Nabi Sulaiman meninggalkan kerajaannya kerana engkau menyamar sebagai isterinya dan begitu juga beberapa Anbiya dan pendita yang telah menanggung sengsara akibat hasutan engkau. Hai Iblis! Sebenarnya salam itu sangat mulia di sisi Allah azza wajalla, cuma salam engkau saja aku tidak hendak menjawabnya kerana diharamkan Allah. Maka aku kenal baik-baik engkaulah Iblis, raja segala iblis, syaitan dan jin yang menyamar diri. Apa kehendak engkau datang berjumpa aku?"

Sembah Iblis,"Ya Nabi Allah! Janganlah tuan hamba marah. Kerana tuan adalah Khatamul Anbiya maka tuan dapat kenal akan hamba. Kedatangan hamba adalah disuruh Allah untuk memberitahu segala tipu daya hamba terhadap umat tuan dari zaman Nabi Adam hingga akhir zaman. Ya Nabi Allah! Setiap apa yang tuan tanya hamba sedia menerangkan satu persatu dengan sebenarnya, tiadalah hamba berani sembunyikan." Maka Iblis pun bersumpah menyebut nama Allah dan berkata "Ya Rasulullah! Sekiranya hamba berdusta barang sepatah pun nescaya hancur leburlah badan hamba menjadi abu" Apabila mendengar sumpah Iblis itu, Nabi pun tersenyum dan berkata dalam hatinya, inilah satu peluang aku untuk menyiasat segala perbuatannya agar didengar oleh sekelian sahabat yang ada di majlis ini dan menjadi perisai kepada sekelian umatku.

Soalan Nabi (1) - "Hai Iblis! Siapakah sebesar-besar musuh engkau dan bagaimana aku terhadap engkau?" Jawab Iblis - "Ya Nabi Allah! Tuanlah musuh hamba yang paling besar di antara segala musuh hamba di muka bumi ini" Maka Nabi pun memandang muka Iblis, dan Iblis pun mengeletar kerana ketakutan. Sambung Iblis,"Ya Khatamul Anbiya! Adapun hamba dapat merupakan diri hamba seperti sekelian manusia, binatang dan lain-lain hingga rupa dan suara pun tidak salah sepertinya, kecuali diri tuan sahaja yang tidak dapat hamba tiru kerana ditegah oleh Allah. Kiranya hamba menyerupai diri tuan, maka terbakarlah diri hamba menjadi abu. Hamba cabutkan iktikad anak Adam supaya menjadi kafir kerana tuan berusaha memberi nasihat dan pengajaran supaya mereka kuat untuk memeluk agama Islam; begitu jugalah hamba berusaha menarik mereka kepada kafir, murtad atau munafik. Hamba akan tarik sekelian umat Islam dari jalan benar kepada jalan yang salah supaya masuk ke dalam neraka dan kekal di dalamnya bersama hamba"

Soalan Nabi ke 2 - "Hai Iblis! Betapa perbuatanmu kepada makhluk Allah" Jawab Iblis - "Adalah satu kemajuan bagi perempuan yang merenggangkan kedua pehanya kepada lelaki yang bukan suaminya, setengahnya hingga mengeluarkan benih yang salah sifatnya. Hamba goda segala manusia supaya meninggalkan sembahyang, leka dengan makan minum, berbuat durhaka, hamba lalaikan dengan harta benda daripada emas, perak dan permata, rumahnya, tanahnya, ladangnya supaya hasilnya dibelanjakan kejalan haram. Demikian juga ketika temasya yang bercampur lelaki perempuan. Di situ hamba lepaskan sebesar-besar godaan supaya hilang maruah dan minum arak. Apabila terminum arak itu maka hilanglah akal, fikiran dan malunya. Lalu hamba hulurkan tali cinta dan terbukalah beberapa pintu maksiat yang besar, datang perasaan hasad dengki hingga kepada pekerjaan zina. Apabila terjadi kasih antara mereka, terpaksalah mereka mencari wang hingga menjadi penipu, peminjam dan pencuri. Apabila mereka teringat akan salah mereka lalu hendak bertaubat atau amal ibadat, hamba akan galang mereka supaya mereka menangguhkannya. Bertambah keras hamba goda supaya menambahkan maksiat dan mengambil isteri orang. Bila kena goda hatinya, datanglaah rasa riak, takbur, megah, sombong dan melengahkan amalnya. Bila pada lidahnya, mereka akan gemar berdusta, mencela dan mengumpat. Demikianlah hamba goda mereka setiap saat."

Soalan Nabi ke 3 - "Hai Iblis! Mengapa engkau bersusah payah dan berpenat melakukan pekerjaan yang tidak mendatangkan faedah bahkan menambahkan laknat yang besar serta siksa yang besar di neraka yang paling bawah? Hai kutuk Allah! Siapa yang menjadikan engkau? Siapa yang melanjutkan usia engkau? Siapa yang menerangkan mata engkau? Siapa yang memberi pendengaran engkau? Siapa yang memberi kekuatan anggota badan engkau?" Jawab Iblis - "Sekelian itu adalah anugerah daripada Tuhan Yang Maha Besar juga. Tetapi hawa nafsu dan takbur menceburkan hamba menjadi sebesar-besar jahat. Tuan lebih tahu bahawa hamba telah beribu-ribu tahun menjadi ketua kepada sekelian Malaikat dan pangkat hamba telah dinaikkan dari satu langit ke satu langit yang tinggi. Kemudian hamba tinggal di dunia ini beribadat bersama sekelian Malaikat beberapa lama. Tiba-tiba datang firman Allah s.w.t. hendak menjadikan seorang Khalifah di dunia ini, maka hamba pun membantah. Lalu Allah mencipta lelaki (Nabi Adam) lalu dititahkan sekelian Malaikat memberi hormat kepada lelaki itu, kecuali hamba yang ingkar. Oleh itu Allah murka kpd hamba dan muka hamba yang cantik molek dan bercahaya itu bertukar menjadi keji dan hodoh. Hamba berasa sakit hati. Kemudian Allah menjadikan Adam raja di syurga dan dikurniakan seorang permaisuri (Siti Hawa) yang memerintah sekelian bidadari. Hamba bertambah dengki dan berdendam kepada mereka. Akhirnya dapat juga hamba tipu melalui Siti Hawa yang menyuruh Adam memakan buah Khuldi, lalu keduanya dihalau dari syurga ke dunia. Kedua mereka berpisah beberapa tahun dan kemudian dipertemukan Allah (di Padang Arafah), hingga mereka mendapat beberapa orang anak. Kemudian kami hasut anak lelakinya Qabil supaya membunuh saudaranya Habil. Itu pun hamba masih tidak puas hati dan berbagai tipu daya hamba lakukan hingga Hari Kiamat.

Sebelum tuan lahir ke dunia, hamba serta bala tentera hamba dengan mudah dapat naik ke langit untuk mencuri segala rahsia serta tulisan yang menyuruh manusia berbuat ibadat serta balasan pahala dan syurga mereka. Kemudian hamba turun ke dunia, dan memberitahu manusia yang lain daripada apa yang sebenarnya hamba dapat, dengan berbagai tipu daya hingga tersesat dengan berbagai kitab bidaah dan karut-marut. Tetapi apabila tuan lahir sahaja ke dunia ini, maka hamba tidak dibenarkan oleh Allah untuk naik ke langit serta mencuri rahsia, kerana banyak Malaikat yang menjaga di setiap lapisan pintu langit. Jika hamba berkeras juga hendak naik, maka Malaikat akan melontar dengan anak panah daripada api yang menyala. Sudah banyak bala tentera hamba yang terkena lontaran Malaikat itu dan semuanya terbakar menjadi abu. Maka besarlah kesusahan hamba dan tentera hamba untuk menjalankan tugas hasutan."

Soalan Nabi ke 4 - "Hai Iblis! Apakah yang pertama engkau tipu akan manusia?" Jawab Iblis - "Pertama sekali hamba palingkan iktikadnya imannya kepada kafir sama ada dari segi perbuatan, perkataan, kelakuan atau hatinya. Jika tidak berjaya juga, hamba akan tarik dengan cara mengurangkan pahala. Lama-kelamaan mereka akan terjerumus mengikut kemahuan jalan hamba"

Soalan Nabi ke 5 - "Hai Iblis! Jika umatku sembahyang kerana Allah, bagaimana hal engkau?" Jawab Iblis - "Sebesar-besar kesusahan kepada hamba. Gementarlah badan hamba dan lemah tulang sendi hamba. Maka hamba kerahkan berpuluh-puluh iblis datang menggoda seorang manusia, pada setiap anggota badannya. Setengah-setengahnya datang pada setiap anggota badannya supaya malas sembahyang, was-was, terlupa bilangan rakaatnya, bimbang pada pekerjaan dunia yang ditinggalkannya, sentiasa hendak cepat habis solat, hilangkan khusyuknya - matanya sentiasa menjeling ke kiri kanan, telinganya sentiasa mendengar orang brcakap serta bunyi-bunyi yang lain. Setengah Iblis duduk di belakang badan orang yang sembahyang itu supaya dia tidak kuasa sujud lama-lama, penat atau duduk tahiyat dan dalam hatinya sentiasa hendak cepat habis sembahyang, itu semua membawa kpd kurang pahala. Jika para Iblis itu tidak dapat menggoda manusia itu, maka hamba sendiri akan menghukum mereka dengan seberat-berat hukuman"

Soalan Nabi ke 6 - "Jika umatku membaca Al-Quran kerana Allah, apalah rasa engkau?" Jawab Iblis - "Jika mereka membaca Al-Quran kerana Allah, maka rasa terbakarlah tubuh hamba, putus-putus segala urat hamba lalu hamba lari daripadanya."

Soalan Nabi ke 7 - "Jika umatku mengerjakan haji kerana Allah, bagaimana rasa engkau?" Jawab Iblis - "Binasalah diri hamba, gugurlah daging dan tulang hamba kerana mereka telah mencukupkan rukun Islamnya"

Soalan Nabi ke 8 - "Jika umatku berpuasa kerana Allah, bagaimana hal engkau?" Jawab Iblis - "Ya Rasulullah! Inilah bencana yang paling besar bahayanya kepada hamba. Apabila masuk awal bulan Ramadhan, maka memancarlah cahaya Arasy dan Kursi, bahkan sekelian Malaikat menyambut dengan kesukaan. Bagi orang yang berpuasa, Allah akan mengampunkan segala dosa yang lalu dan digantikan dengan pahala yang amat besar serta tidak dicatatkan dosanya selama dia berpuasa. Yang menhancurkan hati hamba ialah segala isi langit dan bumi; yakni Malaikat, bulan, bintang, burung dan ikan-ikan semuanya siang malam mendoakan keampunan orang yang berpuasa. Satu lagi kemuliaan orang berpuasa ialah dimerdekakan pada setiap masa dari azab neraka. Bahkan semua pintu neraka ditutup manakala semua pintu syurga dibuka seluas-luasnya, serta dihembuskan angin dari bawah Arasy yang bernama Angin Syirah yang amat lembut ke dalam syurga. Pada hari umat tuan mula berpuasa, dengan perintah Allah datanglah sekelian Malaikat dengan garangnya menangkap hamba dan tentera hamba; jin, syaitan dan ifrit lalu dipasung kaki dan tangan dengan besi panas dan dirantai serta dimasukkan ke bawah bumi yang amat dalam. Di sana pula beberapa azab yang lain telah menunggu kami. Setelah habis umat tuan berpuasa barulah hamba dilepaskan dengan amaran agar tidak mengganggu umat tuan. Umat tuan sendiri telah merasa ketenangan berpuasa seperti mana mereka bekerja dan bersahur seorang diri di tengah malam tanpa rasa takut berbanding bulan biasa."

Soalan Nabi ke 9 - "Hai Iblis! Bagaimana sekelian sahabatku kepada engkau?" Jawab Iblis - "Sekelian sahabat tuan hamba juga adalah sebesar-besar seteru hamba. Tiada upaya hamba melawannya dan tiada satu tipu daya yang dapat masuk kepada mereka. Kerana tuan sendiri telah berkata yang "Sekelian sahabatku adalah seperti bintang di langit, jika kamu mengikut mereka, maka kamu akan mendapat petunjuk." Saidina Abu Bakar al-Siddiq sebelum bersama tuan lagi, hamba tidak dapat hampir kepadanya inikan pula setelah berdamping dengan tuan. Beliau begitu percaya atas kebenaran tuan hingga dia menjadi wazirul a'zam. Bahkan tuan sendiri telah mengatakan jika ditimbang sekelian isi dunia ini dengan amal kebajikan Abu Bakar, maka akan lebih berat amal kebajikan Abu Bakar. Tambahan pula dia telah menjadi mertua tuan kerana tuan berkahwin dengan anaknya, Saiyidatina Aisyah yang juga banyak menghafaz Hadis tuan. Saiyidina Umar Al-Khattab pula tidaklah berani hamba pandang akan wajahnya kerana dia sangat keras menjalankan hukum syariat Islam dengan saksama. Jika hamba pandang wajahnya, maka gementarlah segala tulang sendi hamba kerana sangat takut. Ini kerana imannya sangat kuat apalagi tuan telah mengatakan, "JIKALAU adanya Nabi sesudah aku maka Umar boleh menggantikan aku" kerana dia adalah orang harapan tuan serta pandai membezakan antara kafir dan Islam hingga digelar 'Al-Faruq'. Saiyidina Usman Al-Affan lagi hamba tidak boleh hampir, kerana lidahnya sentiasa bergerak membaca Al-Quran. Dia penghulu orang sabar, penghulu orang mati syahid dan menjadi menantu tuan sebanyak dua kali. Kerana taatnya, banyak Malaikat datang melawat dan memberi hormat kepadanya kerana Malaikat itu sangat malu kepadanya hingga tuan mengatakan,"Barang siapa menulis Bismillahir rahmanir rahim pada kitab atau kertas-kertas dengan dakwat merah, nescaya mendapat pahala seperti pahala Usman mati syahid" Saiyidina Ali Abi Talib pun itu hamba sangat takut kerana hebatnya dan gagahnya dia di medan perang, tetapi sangat bersopan, alim orangnya. Jika iblis, syaitan dan jin memandang beliau, maka terbakarlah kedua mata mereka kerana dia sangat kuat beribadat serta beliau adalah budak pertama memeluk agama Islam dan tidak pernah menunduk kan kepalanya kepada sebarang berhala. Digelar 'Ali Karamullahu Wajhahu' - dimuliakan Allah akan wajahnya dan juga 'Harimau Allah' dan tuan sendiri berkata "Akulah negeri segala ilmu dan Ali itu pintunya". Tambahan pula dia menjadi menantu kepada tuan, lagilah hamba ngeri kepadanya.

Soalan Nabi ke 10 - "Bagaimana tipudaya engkau kepada umatku?" Jawab Iblis - "Umat tuan itu ada tiga macam. Yang pertama seperti hujan dari langit yang menghidupkan segala tumbuhan iaitu ulama yang memberi nasihat kepada manusia supaya mengerjakan perintah Allah serta meninggalkan laranganNya seperti kata Jibrail a.s "Ulama itu adalah pelita dunia dan pelita akhirat" Yang kedua umat tuan seperti tanah iaitu orang yang sabar, syukur dan redha dengan kurniaan Allah. Berbuat amal soleh, tawakal dan kebajikan. Yang ketiga umat tuan seperti Firaun; terlampau tamak dengan harta dunia serta dihilangkan amal akhirat. Maka hamba pun sukacita lalu masuk kedalam badannya, hamba putarkan hatinya ke lautan derhaka dan hamba hela ke mana sahaja mengikut kehendak hamba. Jadi dia sentiasa bimbang kepada dunia dan tidak hendak menuntut ilmu, tiada masa beramal ibadat, tidak hendak mengeluarkan zakat, miskin hendak beribadat. Lalu hamba godanya minta kaya dulu, dan apabila diizinkan Allah dia menjadi kaya, maka dilupakan beramal, tidak berzakat seperti Qarun yang tenggelam dengan istana mahligainya. Bila umat tuan terkena penyakit tidak sabar dan tamak, dia sentiasa bimbang akan hartanya dan setengahnya asyik hendak merebut dunia harta, cakap besar sesama Islam, benci dan menghina kepada yang miskin, membelanjakan hartanya untuk jalan maksiat, tempat judi dan perempuan lacur"

Soalan Nabi ke 11 - "Siapa yang serupa dengan engkau?" Jawab Iblis - "Orang yang meringankan syariat tuan hamba dan membenci orang belajar agama Islam"

Soalan Nabi ke 12 - " Siapa yang mencahayakan muka engkau?" Jawab Iblis - "Orang yang berdosa, bersumpah bohong, saksi palsu, pemungkir janji"

Soalan Nabi ke 13 - "Apakah rahsia engkau kepada umatku?" Jawab Iblis - Jika seorang Islam pergi buang air besar serta tidak membaca doa pelindung syaitan, maka hamba gosok-gosokkan najisnya sendiri ke badannya tanpa dia sedari"

Soalan Nabi ke 14 - "Jika umatku bersatu dengan isterinya, bagaimana hal engkau?" Jawab Iblis - "Jika umat tuan hendak bersetubuh dengan isterinya serta membaca doa pelindung syaitan, maka larilah hamba dari mereka. Jika tidak hamba akan bersetubuh dahulu dengan isterinya, dan bercampurlah benih hamba dengan benih isterinya. Jika menjadi anak maka anak itu akan gemar kepada pekerjaan maksiat, malas pada kebaikan, durhaka. Ini semua kerana kealpaan ibu bapanya sendiri. Begitu juga jika mereka makan tanpa Bismillah, hamba yang dahulu makan daripadanya. Walaupun mereka makan, tiadalah rasa kenyang."

Soalan Nabi ke 15 - "Dengan jalan apa boleh menolak tipu daya engkau?" Jawab Iblis - "Jika dia berbuat dosa, maka dia kembali bertaubat kepada Allah, menangis kesal akan perbuatannya. Apabila marah segeralah mengambil air sembahyang, maka padamlah marahnya."

Soalan Nabi ke 16 - "Siapakah orang yang paling engkau lebih suka?" Jawab Iblis - "Lelaki dan perempuan yang tidak mencukur atau mencabut bulu ketiak atau bulu ari-ari(bulu kemaluan) selama 40 hari. Di situ lah hamba mengecilkan diri, bersarang, bergantung, berbuai seperti pijat pada bulu itu"

Soalan Nabi ke 17 - "Hai Iblis! Siapakah saudara engkau?" Jawab Iblis - "Orang yang tidur meniarap, orang yang matanya celik di waktu subuh tetapi menyambung tidur semula. Lalu hamba ulit dia lena hingga terbit fajar. Demikian jua pada waktu zohor, asar, maghrib dan isyak, hamba beratkan hatinya untuk solat"

Soalan Nabi ke 18 - "Apakah jalan yang membinasakan diri engkau?" Jawab Iblis - "Orang yang banyak menyebut nama Allah, bersedekah dengan tidak diketahui orang, banyak bertaubat, banyak tadarus Al-Quran dan solat tengah malam"

Soalan Nabi ke 19 - "Hai Iblis! Apakah yang memecahkan mata engkau?" Jawab Iblis - "Orang yang duduk di dalam masjid serta beriktikaf di dalamnya"

Soalan Nabi ke 20 - "Apa lagi yang memecahkan mata engkau?" Jawab Iblis - "Orang yang taat kepada kedua ibubapanya, mendengar kata mereka, membantu makan-pakai mereka selama mereka hidup, kerana tuan telah bersabda,'Syurga itu di bawah tapak kaki ibu' "

~~ posted by Zana ~~ koleksi MM
 
AN NAJM
12.08.04 (2:30 pm)   [edit]
53: AN NAJM

Demi bintang ketika terbenam,

kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru,

dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur'an) menurut kemauan hawa nafsunya.

Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya),

yang diajarkan kepadanya oleh (Jibril) yang sangat kuat,

Yang mempunyai akal yang cerdas; dan (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli.

sedang dia berada di ufuk yang tinggi.

Kemudian dia mendekat, lalu bertambah dekat lagi,

maka jadilah dia dekat (pada Muhammad sejarak) dua ujung busur panah atau lebih dekat (lagi).

Lalu dia menyampaikan kepada hamba-Nya (Muhammad) apa yang telah Allah wahyukan.

Hatinya tidak mendustakan apa yang telah dilihatnya.

Maka apakah kamu (musyrikin Mekah) hendak membantahnya tentang apa yang telah dilihatnya?

Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain,

(yaitu) di Sidratil Muntaha.

Di dekatnya ada surga tempat tinggal,

(Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratilmuntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya.

Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya.

Sesungguhnya dia telah melihat sebahagian tanda-tanda (kekuasaan) Tuhannya yang paling besar.

Maka apakah patut kamu (hai orang-orang musyrik) menganggap Al Lata dan Al Uzza,

dan Manah yang ketiga, yang paling terkemudian (sebagai anak perempuan Allah)?

Apakah (patut) untuk kamu (anak) laki-laki dan untuk Allah (anak) perempuan?

Yang demikian itu tentulah suatu pembagian yang tidak adil.

Itu tidak lain hanyalah nama-nama yang kamu dan bapak-bapak kamu mengada-adakannya; Allah tidak menurunkan suatu keterangan pun untuk (menyembah) nya. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan, dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka, dan sesungguhnya telah datang petunjuk kepada mereka dari Tuhan mereka.

Atau apakah manusia akan mendapat segala yang dicita-citakannya?

(Tidak), maka hanya bagi Allah kehidupan akhirat dan kehidupan dunia.

Dan berapa banyaknya malaikat di langit, syafaat mereka sedikit pun tidak berguna kecuali sesudah Allah mengizinkan bagi orang yang dikehendaki dan diridai (Nya).

Sesungguhnya orang-orang yang tiada beriman kepada kehidupan akhirat, mereka benar-benar menamakan malaikat itu dengan nama perempuan.

Dan mereka tidak mempunyai sesuatu pengetahuan pun tentang itu. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti persangkaan sedang sesungguhnya persangkaan itu tiada berfaedah sedikit pun terhadap kebenaran.

Maka berpalinglah (hai Muhammad) dari orang yang berpaling dari peringatan Kami, dan tidak mengingini kecuali kehidupan duniawi.

Itulah sejauh-jauh pengetahuan mereka. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang paling mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia pulalah yang paling mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.

Dan hanya kepunyaan Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi supaya Dia memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat terhadap apa yang telah mereka kerjakan dan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan pahala yang lebih baik (surga).

(Yaitu) orang yang menjauhi dosa-dosa besar dan perbuatan keji yang selain dari kesalahan-kesalahan kecil. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Luas ampunan-Nya. Dan Dia lebih mengetahui (tentang keadaan) mu ketika Dia menjadikan kamu dari tanah dan ketika kamu masih janin dalam perut ibumu; maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa.

Maka apakah kamu melihat orang yang berpaling (dari Al Qur'an)?,

serta memberi sedikit dan tidak mau memberi lagi?

Apakah dia mempunyai pengetahuan tentang yang gaib sehingga dia mengetahui (apa yang dikatakan)?

Ataukah belum diberitakan kepadanya apa yang ada dalam lembaran-lembaran Musa?,

dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji?,

(yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain,

dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.

Dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya).

Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna,

dan bahwasanya kepada Tuhanmulah kesudahan (segala sesuatu),

dan bahwasanya Dialah yang menjadikan orang tertawa dan menangis,

dan bahwasanya Dialah yang mematikan dan menghidupkan,

dan bahwasanya Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan,

dari air mani, apabila dipancarkan.

Dan bahwasanya Dia-lah yang menetapkan kejadian yang lain (kebangkitan sesudah mati),

dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberikan kecukupan.

dan bahwasanya Dia-lah Tuhan (yang memiliki) bintang syi'ra,

dan bahwasanya Dia telah membinasakan kaum Ad yang pertama,

dan kaum Tsamud. Maka tidak seorang pun yang ditinggalkan-Nya (hidup).

Dan kaum Nuh sebelum itu. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang paling lalim dan paling durhaka,

dan negeri-negeri kaum Lut yang telah dihancurkan Allah,

lalu Allah menimpakan atas negeri itu azab besar yang menimpanya.

Maka terhadap nikmat Tuhanmu yang manakah kamu ragu-ragu?

Ini (Muhammad) adalah seorang pemberi peringatan di antara pemberi-pemberi peringatan yang telah terdahulu.

Telah dekat terjadinya hari kiamat.

Tidak ada yang akan menyatakan terjadinya hari itu selain Allah.

Maka apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini?

Dan kamu mentertawakan dan tidak menangis?

Sedang kamu melengahkan (nya)?

Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia).

 
Mazmummah..
12.08.04 (1:35 pm)   [edit]
SEBAB-SEBAB HATI TIDAK BAHAGIA IALAH KERANA ADANYA MAZMUMMAH DIDALAM HATI.

Antara mazmummah utama yang menghilangkan bahagia di hati ialah :

1. Pemarah
Paling mudah dikesan atau dilihat dan paling banyak di dalam diri manusia. Orang seperti ini jarang mendapat kawan dan hati tentunya tidak tenang.
Tatkala diri dalam kemarahan maka syaitan akan mula memainkan peranan dgn menghasut diri kita. Saat itu kalau kita tidak sabar maka akan mudah terpengaruh dengan hasutan syaitan.

Cara untuk mengelakkan diri dari sifat sebegini:

Saat kemarahan melanda, jika masa tu kita tengah berdiri, maka cuba kita duduk tetapi kalau dgn cara duduk tak juga jalan, maka baringlah tapi kalau tak boleh ilang gak, p mandi dan ambik wuduk, insyaAllah kalau selalu diamalkan, lama kelamaan sifat ini akan beransur ilang dari diri kita. Selamat mencuba.

2. Pendendam

Tersembunyi iaitu ibarat mengumpul lahar di dalam dada. Orang seperti ini sentiasa mencari-cari peluang untuk membalas dendam hatta secara yang kecil-kecil sekalipun seperti sakitkan hati atau tempelak orang yang didendami itu. Sebab itu orang pendendam mudah kena sakit jantung. Mengalah dan memberi maaf bukan bererti kita kalah. Ia bererti mengutamakan kebaikan dan kasih sayang Allah.

3. Hasad dengki

Amalanya hangus akibat hasad dengkinya itu kerana ia memiliki sifat ketuhanan.

4. Bakhil

Sentiasa merasakan orang lain menginginkan harta, kesenangan, pangkat dll. dari dirinya. Contohnya sentiasa berdalih mengatakan ia tiada duit.
Allah lebih sayang orang yang fasiq tetapi pemurah tetapi benci orang yang abid tetapi bakhil. Kerana walaupun fasiq, pemurahnya itu tetap memberi manfaat pada orang lain kerana kadangkala rezeki itu Allah beri
melalui makhluk.

5. Tamak

Orang yang tidak puas dengan yang sedikit nescaya tidak akan puas dengan yang banyak kerana dunia ini ibarat meminum air lautbn walau berapa banyak
yg diminum tetap tak abis juga...lagipun org tamak selalu rugi..

** Ingat! Yang dikatakan harta atau rezeki kita bila ia dipakai atau digunakan oleh kita. Selagi tidak diguna iaitu disimpan, itu belum boleh dikatakan rezeki kita. (mungkin ada hak orang lain di situ) Biarlah rezeki
itu sedikit tetapi mendapat keberkatan iaitu dapat dimanfaatkan.

6. Tidak sabar

Andainya perkara yang kecil pun tidak boleh bersabar apatah lagi hal-hal yang lebih besar.
Perbanyakkanlah bersabar kerana sabar itu sebahagian daripada iman.

7. Ego

Ibu segala mazmummah jadi ia membuatkan seseorang paling tidak tenang. Orang yang memiliki sifat ini pantang tercabar dari sudut zahir mahupun
batin. (yg nie no komen).. pasal semua org ader egonya sendiri.. cuma tinggi/rendah tahap keegoan tersebut

8. Riak

Terseksa sendiri kerana sentiasa tercari-cari peluang untuk dipuji. Sentiasa berlakun-lakun di depan orang. Jika ia dipuji, ia akan menambah amalnya tetapi jika dikeji, ia akan mengurangkan amalnya. Allah marah
kalau kita riak..takabbur dgn aper yg kita ada.

9. Cinta dunia

Tidak dapat menderita, dapat pun menderita kerana bila sudah dapat susah pula menjaganya. Berhartalah tidak mengapa tetapi kawal hati jangan diletakkan pada harta itu. biler mati cuma bawa amalan dan doa anak yg
soleh/solehah

Cinta dunia merupakan "neraka dunia" kerana dunia itu "panas" akibat ia merupakan barang buruan dan rebutan. Jadi letakkanlah akhirat itu di hati dan dunia itu di tangan supaya dunia itu senang dibahagi-bahagi dan akhirat dibawa mati.

Kesimpulan
Jadi yang meragut kebahagiaan sebenarnya bukanlah secara TOTALnya disebabkan kemiskinan, musibah, kesibukan dllnya. tetapi ialah MAZMUMMAH.

Makin tinggi mazmummah seseorang, makin ia tidak BAHAGIA.

Samada bermujahadah atau biarkan saja mazmummah itu, kedua-duanya tetap menderita tetapi andainya bermujahadah kita akan dibantu Allah dan akan
bahagia jua akhirnya. So..sama-samalah kite sentiasa ingat mengingati ant! ara satu sama lain, andai kita terleka dengan dunia buruklah padahnya.


 
AL QAMAR
12.07.04 (4:52 pm)   [edit]
54: AL QAMAR

Telah dekat (datangnya) saat itu dan telah terbelah bulan.

Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat sesuatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata: "(Ini adalah) sihir yang terus menerus".

Dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya.

Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka beberapa kisah yang di dalamnya terdapat cegahan (dari kekafiran),

itulah suatu hikmah yang sempurna maka peringatan-peringatan itu tiada berguna (bagi mereka).

Maka berpalinglah kamu dari mereka. (Ingatlah) hari (ketika) seorang penyeru (malaikat) menyeru kepada sesuatu yang tidak menyenangkan (hari pembalasan),

sambil menundukkan pandangan-pandangan mereka keluar dari kuburan seakan-akan mereka belalang yang beterbangan,

mereka datang dengan cepat kepada penyeru itu. Orang-orang kafir berkata: "Ini adalah hari yang berat".

Sebelum mereka, telah mendustakan (pula) kaum Nuh maka mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan: "Dia seorang gila dan dia sudah pernah diberi ancaman".

Maka dia mengadu kepada Tuhannya: "bahwasanya aku ini adalah orang yang dikalahkan, oleh sebab itu tolonglah (aku)".

Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah.

Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air maka bertemulah air-air itu untuk satu urusan yang sungguh telah ditetapkan.

Dan Kami angkut Nuh ke atas (bahtera) yang terbuat dari papan dan paku,

Yang berlayar dengan pemeliharaan Kami sebagai balasan bagi orang-orang yang diingkari (Nuh).

Dan sesungguhnya telah Kami jadikan kapal itu sebagai pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?

Maka alangkah dahsuyatnya azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku.

Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur'an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?

Kaum Ad pun telah mendustakan (pula). Maka alangkah dahsyatnya azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku.

Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang sangat kencang pada hari nahas yang terus menerus,

yang menggelimpangkan manusia seakan-akan mereka pokok kurma yang tumbang.

Maka betapakah dahsyatnya azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku.

Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur'an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?

Kaum Tsamud pun telah mendustakan ancaman-ancaman (itu).

Maka mereka berkata: "Bagaimana kita akan mengikuti saja seorang manusia (biasa) di antara kita? Sesungguhnya kalau kita begitu benar-benar berada dalam keadaan sesat dan gila",

Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita? Sebenarnya dia adalah seorang yang amat pendusta lagi sombong".

Kelak mereka akan mengetahui siapakah yang sebenarnya amat pendusta lagi sombong.

Sesungguhnya Kami akan mengirimkan unta betina sebagai cobaan bagi mereka, maka tunggulah (tindakan) mereka dan bersabarlah.

Dan beritakanlah kepada mereka bahwa sesungguhnya air itu terbagi antara mereka (dengan unta betina itu); tiap-tiap giliran minum dihadiri (oleh yang punya giliran).

Maka mereka memanggil kawannya, lalu kawannya menangkap (unta itu) dan membunuhnya.

Alangkah dahsyatnya azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku.

Sesungguhnya Kami menimpakan atas mereka satu suara yang keras mengguntur, maka jadilah mereka seperti rumput-rumput kering (yang dikumpulkan oleh) yang punya kandang binatang.

Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur'an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?

Kaum Lut pun telah mendustakan ancaman-ancaman (Nabinya).

Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka), kecuali keluarga Lut. Mereka Kami selamatkan di waktu sebelum fajar menyingsing,

sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur.

Dan sesungguhnya dia (Lut) telah memperingatkan mereka akan azab-azab Kami, maka mereka mendustakan ancaman-ancaman itu.

Dan sesungguhnya mereka telah membujuknya (agar menyerahkan) tamunya (kepada mereka), lalu Kami butakan mata mereka, maka rasakanlah azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku.

Dan sesungguhnya pada esok harinya mereka ditimpa azab yang kekal.

Maka rasakanlah azab-Ku dan ancaman-ancaman-Ku.

Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Qur'an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?

Dan sesungguhnya telah datang kepada kaum Firaun ancaman-ancaman.

Mereka mendustakan mu'jizat-mukjizat Kami kesemuanya, lalu Kami azab mereka sebagai azab dari Yang Maha Perkasa lagi Maha Kuasa.

Apakah orang-orang kafirmu (hai kaum musyrikin) lebih baik dari mereka itu, atau apakah kamu telah mempunyai jaminan kebebasan (dari azab) dalam Kitab-kitab yang dahulu?.

Atau apakah mereka mengatakan: "Kami adalah satu golongan yang bersatu yang pasti menang".

Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang.

Sebenarnya hari kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka dan kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit.

Sesungguhnya orang-orang yang berdosa berada dalam kesesatan (di dunia) dan dalam neraka.

(Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka. (Dikatakan kepada mereka): "Rasakanlah sentuhan api neraka".

Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran.

Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata.

Dan sesungguhnya telah Kami binasakan orang yang serupa dengan kamu. Maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?

Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan.

Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis.

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu di dalam taman-taman dan sungai-sungai,

di tempat yang disenangi di sisi Tuhan Yang Berkuasa.

 
AR RAHMAAN
12.07.04 (4:51 pm)   [edit]
55: AR RAHMAAN

(Tuhan) Yang Maha Pemurah,

Yang telah mengajarkan Al Qur'an.

Dia menciptakan manusia,

Mengajarnya pandai berbicara.

Matahari dan bulan (beredar) menurut perhitungan.

Dan tumbuh-tumbuhan dan pohon-pohonan kedua-duanya tunduk kepada-Nya.

Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan).

Supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu.

Dan tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.

Dan Allah telah meratakan bumi untuk makhluk (Nya).

di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang.

Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya.

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Dia menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar,

dan Dia menciptakan jin dari nyala api.

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Tuhan yang memelihara kedua tempat terbit matahari dan Tuhan yang memelihara kedua tempat terbenamnya.

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Dia membiarkan dua lautan mengalir yang keduanya kemudian bertemu,

antara keduanya ada batas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Dan kepunyaan-Nya lah bahtera-bahtera yang tinggi layarnya di lautan laksana gunung-gunung.

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Semua yang ada di bumi itu akan binasa.

Dan tetap kekal Wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Kami akan memperhatikan sepenuhnya kepadamu hai manusia dan jin.

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Hai jemaah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan.

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Kepada kamu, (jin dan manusia) dilepaskan nyala api dan cairan tembaga maka kamu tidak dapat menyelamatkan diri (daripadanya).

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Maka apabila langit terbelah dan menjadi merah mawar seperti (kilapan) minyak.

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Pada waktu itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya.

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Orang-orang yang berdosa dikenal dengan tanda-tandanya, lalu dipegang ubun-ubun dan kaki mereka.

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Inilah neraka Jahanam yang didustakan oleh orang-orang berdosa.

Mereka berkeliling di antaranya dan di antara air yang mendidih yang memuncak panasnya.

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga.

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?,

kedua surga itu mempunyai pohon-pohonan dan buah-buahan.

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Di dalam kedua surga itu ada dua buah mata air yang mengalir.

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Di dalam kedua surga itu terdapat segala macam buah-buahan yang berpasangan.

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Mereka bertelekan di atas permadani yang sebelah dalamnya dari sutra. Dan buah-buahan kedua surga itu dapat (dipetik) dari dekat.

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang sopan menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Tidak ada balasan kebaikan kecuali kebaikan (pula).

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Dan selain dari dua surga itu ada dua surga lagi.

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?,

kedua surga itu (kelihatan) hijau tua warnanya.

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Di dalam kedua surga itu ada dua mata air yang memancar.

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Di dalam keduanya ada (macam-macam) buah-buahan dan kurma serta delima.

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik.

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih dipingit dalam rumah.

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah.

Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?

Maha Agung nama Tuhanmu Yang Mempunyai kebesaran dan karunia.

 
AL WAAQI'AH
12.07.04 (4:49 pm)   [edit]
56: AL WAAQI'AH

Apabila terjadi hari kiamat,

Terjadinya kiamat itu tidak dapat didustakan (disangkal).

(Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain),

apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya,

dan gunung-gunung dihancur luluhkan sehancur-hancurnya,

maka jadilah dia debu yang beterbangan,

dan kamu menjadi tiga golongan.

Yaitu golongan kanan. Alangkah mulianya golongan kanan itu.

Dan golongan kiri. Alangkah sengsaranya golongan kiri itu.

Dan orang-orang yang paling dahulu beriman, merekalah yang paling dulu (masuk surga).

Mereka itulah orang yang didekatkan (kepada Allah).

Berada dalam surga kenikmatan.

Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,

dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian.

Mereka berada di atas dipan yang bertahtakan emas dan permata,

seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan.

Mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda,

dengan membawa gelas, cerek dan sloki (piala) berisi minuman yang diambil dari air yang mengalir,

mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk,

dan buah-buahan dari apa yang mereka pilih,

dan daging burung dari apa yang mereka inginkan.

Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli,

laksana mutiara yang tersimpan baik.

Sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan.

Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa,

akan tetapi mereka mendengar ucapan salam.

Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu.

Berada di antara pohon bidara yang tidak berduri,

dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya),

dan naungan yang terbentang luas,

dan air yang tercurah,

dan buah-buahan yang banyak,

yang tidak berhenti (buahnya) dan tidak terlarang mengambilnya,

dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk.

Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung,

dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan,

penuh cinta lagi sebaya umurnya,

(Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan,

(yaitu) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu,

dan segolongan besar pula dari orang yang kemudian.

Dan golongan kiri, siapakah golongan kiri itu.

Dalam (siksaan) angin yang amat panas dan air yang panas yang mendidih,

dan dalam naungan asap yang hitam.

Tidak sejuk dan tidak menyenangkan.

Sesungguhnya mereka sebelum itu hidup bermewah-mewah.

Dan mereka terus-menerus mengerjakan dosa yang besar.

Dan mereka selalu mengatakan: "Apakah apabila kami mati dan menjadi tanah dan tulang belulang, apakah sesungguhnya kami benar-benar akan dibangkitkan kembali?,

apakah bapak-bapak kami yang terdahulu (dibangkitkan pula)?"

Katakanlah: "Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang terkemudian,

benar-benar akan dikumpulkan di waktu tertentu pada hari yang dikenal.

Kemudian sesungguhnya kamu hai orang yang sesat lagi mendustakan,

benar-benar akan memakan pohon zaqqum,

dan akan memenuhi perutmu dengannya.

Sesudah itu kamu akan meminum air yang sangat panas.

Maka kamu minum seperti unta yang sangat haus minum.

Itulah hidangan untuk mereka pada hari Pembalasan".

Kami telah menciptakan kamu, maka mengapa kamu tidak membenarkan (hari berbangkit)?

Maka terangkanlah kepadaku tentang nutfah yang kamu pancarkan.

Kamukah yang menciptakannya, atau Kami kah yang menciptakannya?

Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami sekali-kali, tidak dapat dikalahkan,

untuk menggantikan kamu dengan orang-orang yang seperti kamu (dalam dunia) dan menciptakan kamu kelak (di akhirat) dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.

Dan sesungguhnya kamu telah mengetahui penciptaan yang pertama, maka mengapakah kamu tidak mengambil pelajaran (untuk penciptaan yang kedua)?

Maka terangkanlah kepadaku tentang yang kamu tanam?

Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkannya?

Kalau Kami kehendaki, benar-benar Kami jadikan dia kering dan hancur; maka jadilah kamu heran tercengang.

(Sambil berkata): "Sesungguhnya kami benar-benar menderita kerugian,

bahkan kami menjadi orang yang tidak mendapat hasil apa-apa."

Maka terangkanlah kepadaku tentang air yang kamu minum.

Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan?

Kalau Kami kehendaki niscaya Kami jadikan dia asin, maka mengapakah kamu tidak bersyukur?

Maka terangkanlah kepadaku tentang api yang kamu nyalakan (dari gosokan-gosokan kayu).

Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kami-kah yang menjadikannya?

Kami menjadikan api itu untuk peringatan dan bahan yang berguna bagi musafir di padang pasir.

Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Maha Besar.

Maka Aku bersumpah dengan tempat beredarnya bintang-bintang.

Sesungguhnya sumpah itu adalah sumpah yang besar kalau kamu mengetahui,

sesungguhnya Al Qur'an ini adalah bacaan yang sangat mulia,

pada kitab yang terpelihara (Lohmahfuz),

tidak menyentuhnya kecuali hamba-hamba yang disucikan.

Diturunkan dari Tuhan semesta alam.

Maka apakah kamu menganggap remeh saja Al Qur'an ini?,

kamu (mengganti) rezeki (yang Allah berikan) dengan mendustakan (Allah).

Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan,

padahal kamu ketika itu melihat,

dan Kami lebih dekat kepadanya daripada kamu. Tetapi kamu tidak melihat,

maka mengapa jika kamu tidak dikuasai (oleh Allah)?

Kamu tidak mengembalikan nyawa itu (kepada tempatnya) jika kamu adalah orang-orang yang benar?,

adapun jika dia (orang yang mati) termasuk orang yang didekatkan (kepada Allah),

maka dia memperoleh ketenteraman dan rezeki serta surga kenikmatan.

Dan adapun jika dia termasuk golongan kanan,

maka keselamatan bagimu karena kamu dari golongan kanan.

Dan adapun jika dia termasuk golongan orang yang mendustakan lagi sesat,

maka dia mendapat hidangan air yang mendidih,

dan dibakar di dalam neraka.

Sesungguhnya (yang disebutkan ini) adalah suatu keyakinan yang benar.

Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Maha Besar.


 
Derita Sakaratul Maut Kerana Mengutamakan Isteri
12.01.04 (2:12 pm)   [edit]
Di zaman Rasulullah ada seorang pemuda yang bernama Alqomah, ia sangat rajin beribadat. Suatu hari ia tiba-tiba jatuh sakit yang sangat kuat, maka isterinya menyuruh orang memanggil Rasulullah dan mengatakan suaminya sakit kuat dan dalam naza sakaratul maut. Apabila berita ini sampai kepada Rasulullah, maka Rasulullah menyuruh Bilal r.a, Ali r.a, Salamam r.a dan Ammar r.a supaya pergi melihat keadaan Alqomah. Apabila mereka sampai ke rumah Alqomah, mereka terus mendapatkan Alqomah sambil membantunya membacakan kalimah La-ilaa-ha-illallah, tetapi lidah Alqomah tidak dapat menyebutnya.

Ketika para sahabat mendapati bahawa Alqomah pasti akan mati, maka mereka menyuruh Bilal r.a supaya memberitahu Rasulullah tentang keadaan Alqomah. Apabila Bilal sampai dirumah Rasulullah, maka bilal menceritakan segala hal yang berlaku kepada Alqomah. Lalu Rasulullah bertanya kepada Bilal; "Wahai Bilal apakah ayah Alqomah masih hidup?" jawab Bilal r.a, " Tidak, ayahnya sudah meninggal, tetapi ibunya masih hidup dan sangat tua usianya". Kemudian Rasulullah s.a.w. berkata kepada Bilal; "Pergilah kamu kepada ibunya dan sampaikan salamku, dan katakan kepadanya kalau dia dapat berjalan, suruh dia datang berjumpaku, kalau dia tidak dapat berjalan katakan aku akan kerumahnya".

Maka apabila Bilal sampai kerumah ibu Alqomah, lalu ia berkata seperti yang Rasulullah kata kepadanya, maka berkata ibu Alqomah; " Aku lebih patut pergi berjumpa Rasulullah". Lalu ibu Alqomah mengangkat tongkat dan terus berjalan menuju ke rumah Rasulullah. Maka bertanya Nabi s.a.w. kepada ibu Alqomah; "Terangkan kepada ku perkara yang sebenar tentang Alqomah, jika kamu berdusta nescaya akan turun wahyu kepadaku". Berkata Nabi lagi; "Bagaimana keadaan Alqomah?", jawab ibunya; "Ia sangat rajin beribadat, ia sembahyang, berpuasa dan sangat suka bersedekah sebanyak-banyaknya sehingga tidak diketahui banyaknya". Bertanya Rasulullah; "Bagaimana hubungan kamu dengan dia?", jawab ibunya; " Aku murka kepadanya", lalu Rasulullah bertanya; "Mengapa", jawab ibunya; "Kerana ia patut mengutamakan aku dari isterinya, dan menurut kata-kata isterinya sehingga ia menentangku".

Maka berkata Rasulullah; "Murka kamu itulah yang telah mengunci lidahnya dari mengucap La iilaa ha illallah", kemudian Nabi s.a.w menyuruh Bilal mencari kayu api untuk membakar Alqomah. Apabila ibu Alqomah mendengar perintah Rasulullah lalu ia bertanya; "Wahai Rasulullah, kamu hendak membakar putera ku didepan mataku?, bagaimana hatiku dapat menerimanya". Kemudian berkata Nabi s.a.w; "Wahai ibu Alqomah, siksa Allah itu lebih berat dan kekal, oleh itu jika kamu mahu Allah mengampunkan dosa anakmu itu, maka hendaklah kamu mengampuninya", demi Allah yang jiwaku ditangannya, tidak akan guna sembahyangnya, sedekahnya, selagi kamu murka kepadanya". Maka berkata ibu Alqomah sambil mengangkat kedua tangannya; "Ya Rasulullah, aku persaksikan kepada Allah dilangit dan kau Ya Rasulullah dan mereka-mereka yang hadir disini bahawa aku redha pada anakku Alqomah".

Maka Rasulullah mengarahkan Bilal pergi melihat Alqomah sambil berkata; "Pergilah kamu wahai Bilal, lihat sama ada Alqomah dapat mengucapkan La iilaa ha illallah atau tidak". Berkata Rasulullah lagi kepada Bilal ; "Aku khuatir kalau kalau ibu Alqomah mengucapkan itu semata-mata kerana pada aku dan bukan dari hatinya". Maka apabila Bilal sampai di rumah Alqomah tiba-tiba terdengar suara Alqomah menyebut; "La iilaa ha illallah". Lalu Bilal masuk sambil berkata; "Wahai semua orang yang berada disini, ketahuilah sesungguhnya murka ibunya telah menghalang Alqomah dari dapat mengucapkan kalimah La iila ha illallah, kerana redha ibunyalah maka Alqomah dapat menyebut kalimah syahadat". Maka matilah Alqomah pada waktu sebaik saja dia mengucap.

Maka Rasulullah s.a.w pun sampai di rumah Alqomah sambil berkata; "Segeralah mandi dan kafankan", lalu disembahyangkan oleh Nabi s.a.w. dan sesudah dikuburkan maka berkata Nabi s.a.w. sambil berdiri dekat kubur; "Hai sahabat Muhajirin dan Anshar, barang siapa yang mengutamakan isterinya daripada ibunya maka ia adalah orang yang dilaknat oleh Allah s.w.t, dan tidak diterimanya daripadanya ibadat fardhu dan sunatnya.